(KM/IST)PESANTREN BERSIH: DLH Pamekasan terus mendorong peningkatan tata kelola lingkungan pesantren melalui program ecopesantren guna mewujudkan lingkungan nan bersih, sehat, dan nyaman.KABAR MADURA | Sarana dan prasarana utilitas di sejumlah pesantren di Pamekasan tetap memerlukan perhatian, terutama akomodasi sanitasi dan pengelolaan limbah. Pembenahan akomodasi itu dinilai krusial untuk menunjang kebersihan, kenyamanan, sekaligus menjaga kesehatan lingkungan pesantren.
Persoalan itu menjadi perhatian personil DPRD Pamekasan dari wilayah pemilihan (dapil) II, Tabri. Menurutnya, pemenuhan sarana dasar di lingkungan pesantren perlu dilakukan melalui pendampingan secara bertahap. Terlebih, kesiapan akomodasi sanitasi dan sistem pengelolaan limbah nan memadai menjadi salah satu aspek krusial dalam menciptakan lingkungan pesantren nan sehat dan nyaman.
Dia menilai, pembenahan akomodasi itu tidak bisa dilakukan dengan pendekatan nan sama. Sebab, setiap pesantren mempunyai karakter dan pola pengelolaan masing-masing sehingga memerlukan pendekatan nan berbeda sesuai kondisi di lapangan.
“Faktornya misalnya saluran air pembuangan itu juga belum memadai dengan baik. Nah, ini nan perlu pelan-pelan kudu kami lakukan pendampingan, pendekatan nan dengan cara-cara nan berbeda-beda,” ungkapnya.
Sementara itu, Penyuluh Lingkungan Hidup Ahli Muda Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pamekasan, M. Selamet Djauhari, mengatakan, pengelolaan sampah dan penataan lingkungan pesantren menjadi salah satu sasaran program ecopesantren di Kota Gerbang Salam.
Melalui program itu, DLH Pamekasan berupaya mengoptimalkan pendampingan agar pengelolaan lingkungan di area pesantren semakin baik. Program Ecopesantren tidak hanya diarahkan untuk menciptakan lingkungan nan bersih dan tertata, tetapi juga diharapkan bisa memberikan nilai tambah secara ekonomi bagi pesantren.
“Pengelolaan lingkungan di pesantren memang sudah terkonsep dalam Ecopesantren. Ini bakal dimasifkan setiap tahunnya. Tidak hanya lingkungan nan terkelola, namun juga bisa berakibat terhadap ekonomi pesantren,” jelasnya. (nur/zul)

20 jam yang lalu
11








English (US) ·
Indonesian (ID) ·