KABAR MADURA | Dinas Pertanian, Peternakan dan Ketahanan Pangan (DP2KP) Bangkalan menyiapkan support tujuh unit mesin rajang tembakau bagi golongan tani (poktan).
Bantuan itu berasal dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), dengan total anggaran sekitar Rp140 juta.
Kepala DP2KP Bangkalan melalui Staf Fungsional Pengendali Mutu Hasil Pertanian (PMHP) Ahli Muda Bidang Pertanian, Kartika Rahmawati, mengatakan, support itu tetap dalam proses sehingga belum disalurkan kepada poktan.
“Untuk tahun ini sebelum PAK kami ada tujuh unit mesin tembakau, mesin perajang. Kurang lebih Rp140 juta, tetapi tetap proses,” ujarnya, Senin (31/8/2026).
Kartika menargetkan penyaluran support dilakukan sekitar 8 September 2026. Penyaluran tersebut bakal dirangkaikan dengan aktivitas training pascapanen tembakau nan digelar di Desa Neroh, Kecamatan Modung.
Menurutnya, mesin rajang tembakau bakal diberikan kepada poktan di sejumlah wilayah nan menjadi sentra penanaman tembakau.
“Itu ada enam titik, perangkat mesin perajang bakal di salurkan di Kecamatan Blega, Klampis, Modung, Kwanyar,” sebutnya.
Kartika juga mengungkapkan, budidaya tembakau di Bangkalan tahun ini mulai berkembang di sekitar 9 kecamatan. Sementara itu, total luasan tanaman tembakau nan tercatat hingga saat ini mencapai sekitar 45 hektare.
Namun, hasil panen tembakau belum dapat dihitung secara keseluruhan lantaran waktu tanam petani berbeda-beda. Petani nan mulai menanam sejak Mei disebut telah memasuki masa panen pada Agustus.
Sementara itu, sebagian besar tanaman nan ditanam pada Juni dan Juli diperkirakan baru memasuki masa panen pada September.
“Yang banyak itu panennya di September. Tahun ini diperkirakan hasil panen sekitar 850 kilogram rajangan kering per hektarenya dengan varietas Prancak,” tuturnya.
Lebih lanjut, Kartika menjelaskan, jumlah support mesin rajang tahun ini tetap terbatas lantaran kudu disesuaikan dengan keahlian anggaran DBHCHT.
Menurutnya, pemanfaatan DBHCHT tidak hanya difokuskan untuk support mesin pascapanen. Anggaran itu juga digunakan untuk memenuhi beragam kebutuhan petani, mulai dari pembibitan dan pupuk hingga support perangkat dan mesin pertanian (alsintan) lainnya, seperti hand tractor.
“Kami sesuaikan dengan anggaran nan ada. Karena alokasi DBHCHT itu banyak, mulai dari pembibitan, pupuk dan sebagainya sampai pascapanennya. Ada alsintan, ada hand tractor,” jelasnya.
Meski demikian, pemerintah tetap membuka kesempatan untuk menambah support mesin rajang tembakau melalui perubahan anggaran.
“Kalau untuk penambahan, itu ada,” pungkasnya. (fik/zul)

17 jam yang lalu
16








English (US) ·
Indonesian (ID) ·