KM/MOH.RAZIN |
Chainur Rasyid: Kepala DKPP Sumenep
KABAR MADURA | Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep terus mengoptimalkan pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) APBD 2026 untuk mendukung beragam program di sektor pertanian dan ketahanan pangan.
Dari total pagu DBHCHT sebesar Rp3 miliar pada 2026, dipastikan terealisasi sesuai dengan ketentuan dan perencanaan.
Meski laporan realisasi per Juni tersebut tetap menunjukkan nomor awal, penyelenggaraan program nan berasal dari DBHCHT tetap melangkah sesuai perencanaan dan ketentuan penggunaan anggaran.
Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid, menegaskan pihaknya terus mendorong agar program nan telah direncanakan dapat terlaksana secara optimal.
“Untuk aktivitas DBHCHT tetap kami laksanakan sesuai dengan perencanaan dan ketentuan nan ada,” kata Chainur.
Dia menjelaskan, nomor realisasi pada triwulan kedua belum menggambarkan perkembangan penyelenggaraan aktivitas secara keseluruhan. Sebab, proses manajemen dan tahapan penyelenggaraan program terus melangkah hingga memasuki triwulan ketiga.
“Per triwulan kedua alias per-Juni, progres terus berjalan. Cuma bulan ini belum pembaruan laporannya. Insyaallah bakal kami maksimalkan realisasinya,” ujarnya.
Chainur menambahkan, laporan realisasi triwulan ketiga nan bakal menjadi pembaruan berikutnya dipastikan menunjukkan perkembangan dibandingkan capaian hingga Juni.
Dengan demikian, DKPP Sumenep tetap mempunyai ruang waktu untuk mengoptimalkan penyerapan anggaran sekaligus memastikan program DBHCHT memberikan faedah bagi sektor pertanian dan ketahanan pangan masyarakat.
“Kami juga memastikan penyelenggaraan program tetap merujuk pada ketentuan nan berlaku, sehingga penggunaan anggaran tidak hanya mengejar serapan, tetapi juga diarahkan agar tepat sasaran dan mendukung kebutuhan sektor pertanian di Sumenep,” pungkasnya. (ara/waw)

1 jam yang lalu
2









English (US) ·
Indonesian (ID) ·