Ditanya Soal Pemecatan Dua Karyawan, Ketua Yayasan Al-Uswah Pamekasan Justru Diskreditkan Jurnalis: Bodrex Ya?

1 jam yang lalu 1

SEPI: Halaman SDIT Al-Uswah di Kelurahan Lawangan Daya, Kecamatan Pademawu, Pamekasan terlihat sepi. (LAILATUL NURIYAH / KLIKMADURA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Ketua Yayasan Al-Uswah Pamekasan, Usman Sayyaf, melontarkan julukan “bodrex” kepada wartawan Klik Madura saat dikonfirmasi mengenai pemecatan dua tenaga kerja SDIT Al-Uswah Pamekasan.

Pernyataan tersebut disampaikan melalui percakapan WA ketika wartawan berupaya meminta penjelasan mengenai persoalan nan dikeluhkan dua mantan tenaga kerja sekolah tersebut.

Alih-alih memberikan penjelasan mengenai argumen pemecatan, Usman justru mempertanyakan kepentingan wartawan melakukan konfirmasi. Ia juga melontarkan pernyataan nan dinilai mendiskreditkan pekerjaan jurnalis.

“Kenapa Anda kudu konfirmasi, Mbak? Dan kenapa kudu ada konfirmasi ke Anda? Begitu semangatnya mengulik info tentang sekolah Al-Uswah, bodrex ya, Mbak?” kata Usman melalui pesan WhatsApp.

Tak berakhir di situ, Usman juga menuding Klik Madura menyebarkan info hoaks dan mengingatkan wartawan agar berhati-hati dalam memberitakan persoalan tersebut. Namun, dalam percakapan itu, dia tidak menjelaskan secara spesifik info mana nan dianggapnya hoaks.

“Hati-hati info hoaks nan Anda sebarkan bisa black campaign. Kalau mau, jadi mitra sekolah saja, Mbak, saya banyak stok buletin sekolah nih,” ujarnya.

Usman kembali menggunakan istilah “bodrex” menjelang akhir percakapan. Pernyataan tersebut dinilai merendahkan pekerjaan wartawan nan menjalankan tugas meminta penjelasan kepada pihak terkait.

Padahal, konfirmasi merupakan bagian krusial dalam kerja jurnalistik untuk menguji informasi, memperoleh penjelasan dari pihak nan diberitakan, serta memastikan pemberitaan disusun secara berimbang.

Upaya tersebut juga menjadi kesempatan bagi pihak yayasan untuk menyampaikan jenis dan penjelasannya mengenai persoalan pemecatan dua karyawan.

Sebelumnya, Klik Madura menerima kehadiran dua mantan tenaga kerja SDIT Al-Uswah Pamekasan nan mengeluhkan pemberhentian kerja mereka. Keduanya diketahui bekerja sebagai petugas keamanan alias satpam di sekolah tersebut.

Berdasarkan keterangan nan disampaikan kepada Klik Madura, persoalan itu bermulai ketika keduanya dikeluarkan dari grup WA internal. Setelah itu, mereka mengaku diberhentikan dari pekerjaan tanpa memperoleh penjelasan nan jelas mengenai argumen pemecatan. (nda)

Selengkapnya
google.com, pub-8604827097413925, DIRECT, f08c47fec0942fa0