SUMENEP, Kompasmadura.com – Acara pondok pesantren tidak hanya berkedudukan sebagai pusat pendidikan dan pembinaan karakter, tetapi juga menjadi lingkungan nan strategis untuk membangun budaya hidup sehat.
Sebagai upaya memperkuat jasa kesehatan berbasis masyarakat di lingkungan pesantren, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep menyelenggarakan Orientasi Pendampingan Pesantren Sehat bagi Pendamping dan Kader Santri Husada pada Kamis, 9 Juli 2026, bertempat di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep.
Kegiatan ini dihadiri oleh 50 peserta yang terdiri atas pengasuh pondok pesantren, petugas pendamping pondok pesantren, penanggung jawab Promosi Kesehatan (PJ Promkes), serta perwakilan santri putra dan santri putri dari beragam pondok pesantren di Kabupaten Sumenep.
Kehadiran beragam unsur tersebut menjadi bentuk kerjasama dalam membangun ekosistem pesantren nan sehat, aman, dan berdaya.
Namun orientasi ini bermaksud mewujudkan penduduk pesantren nan mandiri, peduli terhadap kesehatan bentuk maupun mental, serta bisa menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, aktivitas ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan berbasis masyarakat melalui penguatan peran Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) dan pemberdayaan Kader Santri Husada sebagai penggerak kesehatan di lingkungan pondok.
Selama aktivitas berlangsung, peserta mendapatkan pembekalan mengenai pentingnya membangun kesadaran berbareng terhadap kebersihan diri, kebersihan lingkungan pondok, serta penerapan perilaku hidup sehat nan berkelanjutan.
Selain itu juga, Edukasi juga menekankan bahwa lingkungan pesantren nan bersih dan sehat bakal mendukung proses belajar mengajar, meningkatkan kenyamanan santri, serta mengurangi akibat penyebaran penyakit menular.
Sedangkan, peserta memperoleh penguatan mengenai pengelolaan dan optimasi Poskestren sebagai akomodasi kesehatan berbasis organisasi di lingkungan pondok pesantren.
Poskestren diharapkan bisa menjadi pusat edukasi kesehatan, pelayanan kesehatan dasar, serta wadah penyelenggaraan beragam aktivitas promotif dan preventif nan melibatkan santri, pengurus pondok, dan tenaga kesehatan.
Peran Kader Santri Husada juga menjadi perhatian utama dalam aktivitas ini. Sebagai pemasok perubahan di lingkungan pesantren.
Namun kader diharapkan bisa mengedukasi sesama santri mengenai pentingnya menjaga kebersihan, menerapkan PHBS, mengenali tanda-tanda awal gangguan kesehatan, serta menjadi penghubung antara penduduk pesantren dengan tenaga kesehatan andaikan diperlukan.

Kepala Dinkes P2KB Kabupaten Sumenep drg Ellya Fardasah menegaskan bahwa keberhasilan Program Pesantren Sehat memerlukan sinergi nan kuat antara pondok pesantren, tenaga kesehatan, pemerintah daerah, serta seluruh penduduk pesantren.
Dengan meningkatnya kapabilitas pendamping dan kader, diharapkan setiap pondok pesantren bisa mengembangkan sistem pelayanan kesehatan nan mandiri, responsif, dan berkepanjangan sesuai dengan kebutuhan warganya. Ucapnya
Melalui aktivitas orientasi ini, Dinkes P2KB Kabupaten Sumenep terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pelayanan kesehatan nan inklusif hingga ke lingkungan pesantren. Tegas drg Ellya.
Pendekatan promotif dan preventif nan melibatkan seluruh komponen diharapkan bisa melahirkan generasi santri nan sehat secara fisik, handal secara mental, serta mempunyai kepedulian tinggi terhadap kesehatan diri, sesama, dan lingkungan. Ujarnya (Ri/Red)










English (US) ·
Indonesian (ID) ·