BANGKALAN, koranmadura.com – Perubahan cuaca ekstrem memicu lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur. Memasuki September 2026, jumlah penderita ISPA di wilayah setempat tercatat menembus 708 pasien.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangkalan, dr. Nunuk Kristiani menyampaikan bahwa berdasar rekapitulasi info Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) pekan ke-36, ISPA menduduki ranking teratas penyakit nan paling banyak menyerang penduduk Bangkalan.
“Iya sampai saat ini dari info nan tercata di kami berasas SKDR itu sebanyak 708 kasus ISPA di Bangkalan,” kata Kepala Dinkes Bangkalan, dr. Nunuk Kristiani, Rabu, 23 September 2026.
Nunuk menjelaskan, info SKDR periode 6 hingga 12 September 2026 menunjukkan peningkatan tren penularan nan cukup signifikan dibanding pekan sebelumnya.
“Dari info nan tercatat saat ini mengakami kenaikan dari 647 kasus di minggu ke-35 naik menjadi 708 kasus di minggu ke-36,” paparnya.
Selain ISPA, Dinkes Bangkalan juga memetakan sebaran sejumlah penyakit menular lainnya nan turut dipicu oleh aspek kelembapan udara dan dinamika cuaca.
Penyakit tersebut meliputi diare akut sebanyak 369 kasus, Influenza-Like Illness (ILI) 358 kasus, demam tifoid 146 kasus, dan pneumonia 127 kasus. Selain itu, terdata pula suspek dengue 18 kasus, meningitis 18 kasus, disentri 9 kasus, syndrome jaundice akut 3 kasus, serta Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) 1 kasus.
“Diare akut 369 kasus, ILI 358 kasus, Pneumonia 127 kasus, demam tifoid 146 kasus, suspek dengur 18 kasus, miningitis 18 kasus, disentri 9 kasus, sindrome jaundice akut ada tiga kasus, dan HFMD satu kasus,” tutupnya. (Mahmud/Fine)

1 hari yang lalu
1








English (US) ·
Indonesian (ID) ·