CEO Wiraraja Ungkap Rencana Industrialisasi

49 menit yang lalu 2

KABAR MADURA | Rencana pengembangan investasi industri di Bangkalan mulai memasuki tahap pembebasan lahan. Persiapan dilakukan untuk merealisasikan area industri sekaligus menarik investasi ke Madura.

CEO Wiraraja, Ahmad Ma’ruf, mengatakan, pihaknya terus melakukan sejumlah persiapan untuk merealisasikan rencana tersebut. Keyakinannya membawa investasi ke Bangkalan tidak terlepas dari support dan komitmen pemerintah daerah.

Menurut Ma’ruf, kepastian serta pengawalan dari pemerintah menjadi salah satu aspek krusial nan dapat mendorong penanammodal berani menanamkan modalnya di Bangkalan.

Dia menceritakan, komunikasi mengenai rencana investasi itu bermulai ketika dirinya mendapat telepon dari sejumlah pihak nan mendorong agar pembangunan tidak dilakukan di luar Madura, melainkan diarahkan ke Bangkalan.

“Saya bilang, kemauan ini kudu dikawal. Kalau dikawal, dijamin Pak Bupati, ini kudu berjalan. Kalau Pak Bupati menjamin, maka saya masuk. Itulah nan saya pikirkan untuk menarik investasi ini awalnya,” ujarnya, Kamis (10/9/2026).

Ma’ruf menyebut, letak pengembangan industri telah ditentukan di Bangkalan. Saat ini, pihaknya tetap berada dalam tahapan pembebasan lahan.

Dia berharap, proses itu mendapat support dari beragam pihak, termasuk media, sehingga rencana investasi dapat melangkah dengan kondusif.

“Kamu sekarang lagi tahap pembebasan. Tapi saya minta media semua mendukung agar ini kebahagiaan kita. Kami bersama-sama mau merubah Madura,” jelasnya.

Ma’ruf menegaskan, konsep nan dibawa Wiraraja bukan sekadar menyediakan alias menjual lahan kepada investor. Pihaknya mau membangun ekosistem industri dengan menghadirkan pabrik milik sendiri sekaligus menarik perusahaan lain untuk berinvestasi.

Sejumlah sektor juga disiapkan untuk dikembangkan, mulai dari industri daya terbarukan, plastik hingga minyak dan gas.

“Saya membangun industri itu bukan hanya area industri. Saya sendiri punya pabrik, pabrik renewable, saya punya pabrik plastik, saya punya pabrik oil and gas,” jelasnya.

Untuk tahap awal, pembangunan pabrik milik Wiraraja diproyeksikan bisa menyerap 70 persen hingga 80 persen pekerja lokal.

“Kalau sudah jalan proyeksinya bisa menyerap pekerja lokal hingga 80 persen, Pasti kan butuh operator, butuh teknisi, butuh admin, butuh accounting,” terangnya.

Meski demikian, posisi tertentu nan memerlukan skill unik dan transfer teknologi tetap bakal melibatkan tenaga mahir dari pihak investor. Kata Ma’ruf, perihal itu menjadi bagian dari proses transfer pengetahuan dan teknologi kepada tenaga kerja lokal.

“Kalau engineer-nya kan pasti diambil dari mereka untuk transfer knowledge teknologinya,” ujarnya.

Ma’ruf memastikan pengembangan investasi di Bangkalan tidak bakal berakhir pada satu proyek. Dia menyebut bakal terus mendorong masuknya investasi baru sekaligus mengembangkan beragam potensi nan ada di Madura.

Salah satu rencana nan disebutnya adalah pengembangan industri berbasis singkong untuk produksi bioetanol.

“Saya tidak tahu jika gula aren. nan pasti kami bakal membangun nan singkong, nan dari saya buat bioetanol. Saya sendiri nan bawa investasinya,” tuturnya.

Dia berambisi seluruh rencana tersebut dapat terus bergulir dan mendapat pengawalan dari beragam pihak, termasuk media.

“Ini bakal bersambung terus, bergulir. Mohon media semuanya mengawal. Kita dulu kita bangun, develop, jalan,” pungkasnya. (fik/zul)

Selengkapnya