Bukan Sekadar Profit Bisnis, Toko Emas di Pamekasan Ini Jadikan Keuntungan Aset Yatim Dhuafa

54 menit yang lalu 1

KABAR MADURA | Toko Emas Central 88 resmi mengusung konsep Membeli Sama Dengan Berbagi (MBG). Melalui program tersebut, 100 persen untung bersih hasil penjualan perhiasan disalurkan untuk kesejahteraan anak yatim dan kaum dhuafa.

Direktur Toko Emas Central 88, Ali Zainal Abidin, menyampaikan bahwa antusiasme masyarakat sejak hari pertama pembukaan toko sangat tinggi dan jauh di atas perkiraan awal.

Pria nan berkawan disapa Bang Ali itu menegaskan, pendirian lini upaya ini tidak hanya berorientasi pada profitabilitas duniawi semata, melainkan dirancang sebagai sarana pengabdian sosial dan investasi akhirat.

“Jujur saya sangat terkesan, ini di luar ekspektasi dan dugaan saya pribadi. Kalau kita kejar akhiratnya, otomatis dunianya ikut. Tapi jika kita kejar dunia, belum tentu akhiratnya ikut. Toko emas ini milik kita semuanya, kita sama-sama jaga lantaran di sini asetnya anak yatim dan dhuafa,” paparnya, Kamis (10/9/2026).

Di samping misi kemanusiaan tersebut, manajemen tetap memprioritaskan hak-hak internal perusahaan dengan memastikan seluruh kesejahteraan tenaga kerja terpenuhi secara maksimal.

Dalam kurun waktu enam hari beraksi terhitung sejak masa pelatihan, Sabtu (5/9/2026), hingga pembukaan resmi toko ini telah sukses mengalokasikan support untuk 2.000 anak yatim. Target tersebut diproyeksikan meningkat hingga sedikitnya 5.000 anak yatim pada bulan mendatang, dengan konsentrasi utama penyaluran di area Madura Raya.

“100 persen hasil bersih di toko emas ini saya agendakan unik untuk yatim dan dhuafa, setelah kesejahteraan seluruh tenaga kerja di sini terpenuhi. nan kami kejar dalam perihal keuntungan adalah kuantitasnya. Semakin banyak masyarakat membeli, semakin banyak support untuk anak yatim dan dhuafa,” ungkapnya.

Diakuinya, aktivitas kemanusiaan berbasis kemandirian ekonomi ini sebenarnya telah melangkah secara konsisten melalui beberapa bagian upaya lain, seperti produksi air minum bungkusan hingga jaringan toko parfum. Kendati demikian, sektor perdagangan emas menjadi terobosan nan paling menyedot perhatian publik berkah skala usahanya nan lebih luas.

Sebagai corak kepedulian nyata kepada lingkungan sekitar, Toko Emas Central 88 juga menerapkan skema operasional unik setiap hari Jumat. Jam buka toko disesuaikan mulai pukul 14.00 WIB hingga 20.00 WIB demi menghormati penyelenggaraan ibadah salat Jumat dan agenda rutin Jumat Berkah. Selain merangkul para pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang area toko untuk diberi konsumsi cuma-cuma pada hari itu, pihaknya juga memprioritaskan pengemudi becak, pemulung, hingga petugas kebersihan.

Melihat respons positif publik, Bang Ali telah menyiapkan rencana ekspansi strategis untuk tahun depan dengan mendirikan toko emas baru tepat di seberang letak saat ini. Bahkan, proses penyiapan lahan telah rampung dan tahap pembersihan letak bakal segera dimulai. Toko kedua ini nantinya tetap mempertahankan prinsip MBG, namun seluruh hasil untung bersihnya diproyeksikan unik untuk mendukung operasional serta pembenahan beragam pondok pesantren. (fit/rul)

Selengkapnya