Bukan Sekadar Hiburan, Lebih dari 1.000 UMKM Padati Pasar Malam Pamekasan

35 menit yang lalu 1

KABAR MADURA | Pasar malam di Pamekasan menjadi ruang perputaran ekonomi bagi lebih dari 1.000 pelaku upaya mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pedagang nan terlibat tidak hanya berasal dari Madura, tetapi juga dari sejumlah wilayah di luar pulau, seperti Surabaya, Bandung, dan Solo.

Salah seorang pedagang, Suhri, mengatakan ribuan pelaku UMKM tersebut bergerak di beragam sektor, mulai dari kuliner, pakaian, hingga wahana hiburan. Banyaknya pedagang membikin pilihan produk nan ditawarkan kepada visitor semakin beragam.

“Lebih dari 1.000 UMKM masuk sini semua. Dari Bandung, dari Solo, semua numpuk di sini,” kata Suhri.

Menurutnya, pasar malam tersebut telah menjadi agenda tahunan nan berjalan sejak puluhan tahun lalu. Suhri sendiri mengaku sudah berdagang di letak tersebut sejak 1990.

Dia menilai tingginya jumlah pedagang dan beragamnya produk nan ditawarkan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Bahkan, Suhri menyatakan pasar malam tersebut merupakan salah satu nan terbesar dan paling ramai di Jawa Timur.

“Paling besar ini di Jawa Timur. Paling ramai, lantaran memang paling komplit,” ujarnya.

Persiapan pedagang tahun ini telah dilakukan sejak Sabtu setelah pembagian kapling. Pasar malam dijadwalkan mulai dibuka pada 15 September 2026. Namun, sejumlah pedagang dari luar wilayah tetap dalam perjalanan sehingga beberapa bagian letak belum sepenuhnya terisi.

Keberadaan pasar malam juga disambut positif oleh masyarakat sekitar. Salah seorang warga, Zaki Ariyanto, mengatakan aktivitas tersebut membikin area sekitar menjadi lebih ramai.

“Ya saya pribadi senang. Karena pertama ada keramaian,” katanya.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Pamekasan, Moh. Faridi, menilai pasar malam dapat menjadi momentum bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan aktivitas ekonomi dan memperluas pasar. Namun, penyelenggaraannya tetap kudu memenuhi seluruh ketentuan perizinan dan prosedur nan berlaku.

“Harapannya dengan adanya event pasar malam, UMKM bisa beraktivitas baik dalam ekonominya sehingga UMKM bisa berkembang,” ujarnya.

Faridi berambisi momentum keramaian tersebut tidak hanya menjadi intermezo masyarakat, tetapi juga memberikan akibat ekonomi bagi pelaku UMKM nan terlibat. (Imamatul Hasanah/waw)

Selengkapnya