SUMENEP, Kompasmadura.com — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep secara rutin mendistribusukan air bersih ke daerah-daerah nan mengalami kekeringan.
Kepala Pelaksana BPBD Sumenep, Kamiluddin mengatakan, pengedaran air bersih tersebut dilakukan setiap hari ke desa-desa nan masuk kategori kering kritis.
“Tiap hari kami mendistribusikan air bersih menggunakan 2 armada. 1 armada 5.000 liter. Jadi total ada 10 liter. Ini unik untuk desa-desa nan tergolong kering kritis,” katanya, Kamis (17/09/2026).
Sebuah wilayah dikategorikan sebagai kering kritis, andaikan jarak ke sumber air lebih dari 3 kilometer. Di Kabupaten Sumenep, tercatat ada 21 desa nan tergolong kering kritis. Puluhan desa itu tersebar di 9 kecamatan, baik daratan maupun kepulauan.
“Untuk wilayah dengan kategori kering langka, kami juga melakukan pengedaran air bersih, tetapi tidak setiap hari. Kami mendistribusikan sesuai permintaan dari desa,” terang Kamiluddin.
Namun suatu wilayah dikategorikan kering langka andaikan jarak sumber air dari pemukiman penduduk berkisar 500 meter – 3 kilometer.
“Di Sumenep ini cukup banyak jumlah desa nan termasuk kering langka. Diantaranya Batuputih Daya, Gedang-gedang, dan Larangan Barma di Kecamatan Batuputih. Kalau di Kepulauan salah satunya Desa Bilis-bilis Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean,” paparnya.
Kamiluddin menambahkan, berasas info di BPBD, ada beberapa desa nan tahun lampau berstatus kering kritis, namun tahun ini berubah menjadi kering langka. Misalnya Desa Badur Kecamatan Batuputih dan Desa Batang-batang Daya Kecamatan Batang-batang.
“Desa-desa ini berubah status lantaran di wilayah mereka sudah mulai banyak nan melakukan pengeboran air dan berhasil. Jadi sumber air bersihnya bertambah,” ujarnya. (Rie)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·