SAMPANG, koranmadura.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang, Madura, Jawa Timur, mendapat tambahan anggaran untuk pendistribusian air bersih bagi penduduk terdampak kekeringan. Dana tersebut berasal dari perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Sampang, Fajar Arif Taufikurrahman, membenarkan adanya tambahan anggaran untuk penanganan musibah kekeringan. Nilainya sekitar Rp100 juta nan dialokasikan untuk pengedaran air bersih kepada masyarakat terdampak.
“Sudah berjalan, dan pengedaran bakal dilakukan hingga November,” katanya.
Fajar menegaskan, pendistribusian air bersih difokuskan pada lima kecamatan nan mengalami kekeringan kritis. Wilayah tersebut meliputi desa-desa di Kecamatan Kedungdung, Tambelangan, Robatal, Karang Penang, dan Banyuates.
“Lima Kecamatan itu mengalami kekeringan nan parah alias mengalami kekeringan kritis,” terangnya.
Menurut Fajar, jumlah desa nan terdampak kekeringan di Kabupaten Sampang juga terus bertambah. Sebelumnya tercatat sebanyak 78 desa, sekarang meningkat menjadi 81 desa.
“Musim tandus diperkirakan hingga pertengahan Desember 2026,” pungkasnya. (MUHLIS/DIK)

3 jam yang lalu
1








English (US) ·
Indonesian (ID) ·