SAMPANG || KLIKMADURA – Program Beasiswa Sahabat Prestasi Kabupaten Sampang telah melangkah selama beberapa tahun dan membantu mahasiswa dari family kurang bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Namun, hingga sekarang pola pemberdayaan bagi para penerima danasiwa setelah mendapatkan pendidikan belum mempunyai arah nan final.
Akibatnya, program nan semula diharapkan tidak hanya membantu mahasiswa menyelesaikan pendidikan tersebut tetap menghadapi persoalan dalam memberikan ruang kontribusi dan dedikasi bagi para penerimanya.
Sekretaris Bappeda Litbang Kabupaten Sampang, Sutrisno, S.Pd., M.Si., mengatakan, jumlah penerima Beasiswa Sahabat Prestasi nan tetap aktif saat ini diperkirakan mencapai sekitar 150 mahasiswa. Jumlah tersebut merupakan akumulasi penerima sejak program danasiwa pertama kali berjalan.
“Untuk jumlah penerima danasiwa tahun ini saya belum merekap, tapi nan pasti total mahasiswa nan saat ini mendapat beasiswanya dan tetap aktif itu sekitar 150 orang. 150 orang ini total keseluruhannya dari awal danasiwa sampai sekarang ini,” kata Sutrisno.
Menurut dia, Beasiswa Sahabat Prestasi tidak mempunyai spesifikasi unik dalam menentukan penerima. Program tersebut pada dasarnya diperuntukkan bagi anak-anak asal Sampang nan mau melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, tetapi mempunyai keterbatasan biaya.
“Kalau untuk kriterianya tidak ada spesifikasi unik lantaran danasiwa ini tujuannya untuk membantu anak-anak nan kurang bisa nan mau melanjutkan pendidikannya di jenjang perkuliahan,” ujarnya.
Sutrisno menjelaskan, konsep Beasiswa Sahabat Prestasi mempunyai kemiripan dengan program KIP Kuliah. Bedanya, program tersebut secara unik diperuntukkan bagi mahasiswa asal Kabupaten Sampang.
“Jadi kami lebih memprioritaskan ke anak-anak nan mau berkuliah tapi terkendala di biaya. Jadi danasiwa ini konsepnya kurang lebih nyaris sama seperti danasiwa KIP Kuliah, tapi dikhususkan untuk anak-anak di Sampang,” jelasnya.
Program tersebut juga menjadi pengganti bagi mahasiswa nan telah mendaftar KIP Kuliah tetapi belum sukses mendapatkan support pendidikan.
“Kalau ada anak-anak nan mendaftar KIP tapi tidak keterima, itu bisa kita bantu untuk mendapatkan Beasiswa Sahabat Prestasi ini,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, penerima danasiwa juga diwajibkan menjaga prestasi akademik. Pemerintah Kabupaten Sampang telah menyampaikan kepada perguruan tinggi agar Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) penerima danasiwa tidak mengalami penurunan.
“Dan kami juga mengatakan kepada pihak universitas bahwa penerima danasiwa ini nilai IPK-nya tidak boleh turun,” ujar Sutrisno.
Program Beasiswa Sahabat Prestasi diperuntukkan bagi mahasiswa semester awal. Pendaftaran paling lambat dapat dilakukan pada semester tiga.
Mahasiswa nan mendaftar pada semester dua, menurut Sutrisno, bakal mulai menerima support danasiwa pada semester tiga.
“Untuk penerimanya itu adalah mahasiswa semester awal alias mahasiswa baru nan mau mendaftar, dan paling lambat untuk mendaftar itu semester 3. Jadi semester 2 daftar, dan beasiswanya bakal didapatkan di semester 3,” terangnya.
Namun, persoalan muncul ketika berbincang mengenai pola pemberdayaan penerima beasiswa. Hingga saat ini, belum ada konsep nan betul-betul final mengenai ruang kontribusi nan dapat diberikan kepada para mahasiswa penerima Beasiswa Sahabat Prestasi.
Sutrisno mengakui, rencana pemberdayaan tersebut tetap bakal dibahas lebih lanjut. Meski demikian, pemerintah berambisi para penerima danasiwa nantinya dapat memberikan kontribusi terhadap pembangunan dan pengembangan ekonomi di Kabupaten Sampang.
“Untuk pemberdayaannya itu tetap belum tahu dan tetap bakal didiskusikan lagi,” kata Sutrisno.
“Tapi nan pasti kami berambisi anak-anak nan menerima danasiwa ini itu kelak bisa membantu pengembangan ekonomi di Kabupaten Sampang,” lanjutnya.
Salah satu sektor nan mulai dipertimbangkan sebagai ruang pemberdayaan adalah upaya mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Menurut Sutrisno, sektor tersebut mempunyai kesempatan nan cukup besar untuk dikembangkan.
“Kalau rencananya sih mau ditaruh di sektor UMKM lantaran peluangnya besar,” ujarnya.
Sementara itu, kesempatan penerima danasiwa untuk berkontribusi melalui sektor pemerintahan dinilai relatif terbatas. Selain kesempatan nan tidak sebanding dengan jumlah pencari kerja, persaingan untuk masuk ke sektor tersebut juga cukup ketat.
“Kalau di sektor pemerintahan itu peluangnya relatif terbatas apalagi di Kabupaten Sampang dan untuk persaingannya juga cukup ketat,” katanya.
Meski opsi pemberdayaan melalui sektor UMKM mulai mengemuka, Sutrisno menegaskan rencana tersebut belum menjadi keputusan akhir.
“Tapi ini tetap dalam tahap obrolan dan belum pasti untuk pemberdayaan ke depannya,” tegasnya.
Padahal, para penerima Beasiswa Sahabat Prestasi sebelumnya pernah membangun komunikasi melalui organisasi berjulukan BS Young. Komunitas tersebut dibentuk sebagai wadah bagi para penerima danasiwa untuk saling berkomunikasi dan membangun aktivitas bersama.
Namun, dalam perjalanannya, organisasi tersebut tidak lagi aktif. Aktivitas BS Young mengalami kevakuman dan belum berkembang menjadi wadah pemberdayaan dengan program nan melangkah secara konsisten.
Kondisi tersebut turut menjadi sorotan mantan penerima Beasiswa Sahabat Prestasi. Achmad mengatakan, sejak awal para penerima danasiwa sebenarnya mempunyai kemauan untuk berkontribusi bagi daerah.
Namun, menurut dia, hingga sekarang tidak pernah ada pola pembinaan maupun arah nan jelas. Sejumlah rencana aktivitas juga disebut kerap berakhir setelah pembahasan.
“Dari dulu tidak ada kejelasan tentang arahnya ke mana, kami semua waktu itu mau berkontribusi tapi tidak pernah mendapat kesempatan. Selalu tiap ada aktivitas setelah rapat, aktivitas diundur lampau batal,” ujar Achmad, Senin (31/8/2026).
Menurut Achmad, para penerima danasiwa memerlukan ruang nan jelas untuk menyalurkan keahlian dan pengetahuan nan diperoleh selama menjalani pendidikan. Tanpa adanya pola pemberdayaan nan terarah, potensi mahasiswa penerima danasiwa dikhawatirkan tidak dapat dimanfaatkan secara optimal.
Hingga kini, jumlah penerima Beasiswa Sahabat Prestasi nan tetap aktif diperkirakan sekitar 150 mahasiswa. Angka tersebut merupakan akumulasi penerima sejak program tersebut pertama kali dijalankan.
Sementara itu, Bappeda Litbang Kabupaten Sampang tetap membahas pola pemberdayaan nan bakal diterapkan kepada para penerima beasiswa. Salah satu opsi nan mulai muncul adalah mengarahkan mereka untuk ikut berkontribusi dalam pengembangan sektor UMKM.
Dengan demikian, penyelenggaraan Beasiswa Sahabat Prestasi saat ini tetap berfokus pada pemberian support pendidikan bagi mahasiswa kurang bisa dan pemantauan prestasi akademik. Sementara ruang dedikasi dan pola pemberdayaan bagi para penerima danasiwa tetap menunggu kepastian. (ali/nda)

3 jam yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·