Berlian 38 Karat hingga Al-Qur’an Teuku Umar: Belanda Resmi Pulangkan 20 Artefak Bersejarah Indonesia!

1 jam yang lalu 2
 Belanda Resmi Pulangkan 20 Artefak Bersejarah Indonesia!

AMSTERDAM, portalmadura.com – Pemerintah Kerajaan Belanda secara resmi menyepakati pengembalian 20 objek berhistoris berbobot tinggi milik Indonesia nan selama masa kolonial diambil tanpa persetujuan sah[cite: 1]. Langkah sejarah ini menjadi bagian dari komitmen berbareng dalam memulihkan ketidakadilan masa lampau serta mengembalikan barang budaya ke negara asalnya[cite: 1].

Kesepakatan repatriasi tersebut ditandai dengan penandatanganan arsip oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, berbareng Menteri Pendidikan, Kebudayaan, dan Ilmu Pengetahuan Belanda, Rianne Letschert, di Indonesia House, Amsterdam, pada Oktober 2026[cite: 1]. Keputusan ini diambil berasas riset mendalam mengenai asal-usul kepemilikan (provenance research) nan direkomendasikan oleh Komisi Koleksi Kolonial[cite: 1].

Salah satu koleksi paling menonjol nan dipulangkan adalah Berlian Banjarmasin berbobot 38 karat[cite: 1]. Batu mulia peninggalan Sultan Banjarmasin, Panembahan Adam, tersebut dirampas oleh pasukan kolonial Belanda pada tahun 1859 usai penghapusan paksa struktur kesultanan[cite: 1]. Berlian nan semula berbentuk mentah itu kemudian dibawa ke Belanda dan dipotong menjadi corak persegi panjang hingga tersimpan di Rijksmuseum selama lebih dari 160 tahun[cite: 1].

Selain Berlian Banjarmasin, daftar barang berhistoris nan dipulangkan mencakup peninggalan berbobot dari era perlawanan dan kebudayaan daerah[cite: 1]:

  • Al-Qur’an Tulisan Tangan: Naskah suci milik pahlawan nasional asal Aceh, Teuku Umar[cite: 1].
  • Senjata Tradisional: Sikin Panjang unik masyarakat Aceh[cite: 1].
  • Manuskrip Kuno: Empat naskah antik peninggalan Kesultanan Aceh[cite: 1].
  • Karya Seni & Arkeologi: Enam gulungan wayang beber Jawa, panel makam bersejarah, serta batu nisan Batu Aceh berukir kaligrafi Arab[cite: 1].

Menteri Rianne Letschert menegaskan bahwa pemulangan artefak ini adalah corak kontribusi nyata Belanda dalam meluruskan sejarah[cite: 1]. Dari total 20 artefak, sebanyak 18 barang berasal dari pengelolaan Wereldmuseum dan dua koleksi lainnya milik Rijksmuseum[cite: 1]. Upaya ini melengkapi pemulangan berjenjang koleksi ilmiah Dubois berupa puluhan ribu fosil purba nan proses penyerahannya telah dimulai sejak akhir 2025[cite: 1].

Meskipun kesepakatan tertulis telah ditandatangani, penyerahan bentuk seluruh barang berhistoris ini diperkirakan rampung pada awal tahun 2027[cite: 1]. Kedua pihak saat ini sedang menyelesaikan prosedur administratif, teknis pengemasan khusus, serta tata langkah transportasi guna menjamin keamanan artefak selama perjalanan kembali ke tanah air[cite: 1].

Navigasi pos

Selengkapnya
google.com, pub-8604827097413925, DIRECT, f08c47fec0942fa0