Berawal dari Coba-Coba, Dapur Bunda Ami Kini Kembangkan Usaha Bakery di Bangkalan

20 jam yang lalu 4

KABAR MADURA | Berawal dari sekadar mencoba, Mia Firdhaus Nuzula justru menemukan kesempatan upaya di bagian bakery. Lulusan kebidanan ini sekarang serius menekuni upaya kue melalui upaya Dapur Bunda Ami.

Usaha nan berlokasi di Perumahan Lavender Blok V28, Mlajah, Bangkalan itu menawarkan beragam produk cake dan cookies dengan nilai nan relatif terjangkau.

Produk Dapur Bunda Ami dibanderol mulai Rp10 ribu per kotak berisi empat, hingga Rp20 ribu untuk bungkusan berisi 8. Harga tersebut menjadi salah satu strategi untuk menjangkau konsumen dari beragam kalangan.

Mia mengaku, sebelumnya tidak pernah terpikir untuk serius menekuni bumi tata boga. Latar belakang pendidikannya sebagai lulusan kebidanan membuatnya tidak mempunyai gambaran untuk membangun upaya bakery.

“Dari coba-coba aja sih. Tidak ada pikiran hingga sejauh ini. Kebetulan juga saya lulusan kebidanan, jadi nggak ada gambaran untuk menekuni di bagian tata boga ini,” ujarnya, Selasa (15/9/2026).

Meski bermulai dari coba-coba, respons positif dari pengguna membikin Mia semakin percaya untuk mengembangkan usahanya. Sejumlah pengguna memberikan penilaian baik, terutama terhadap rasa produk dan nilai nan dinilai tetap terjangkau.

“Dari review banyaknya customer, rata-rata bilang dari segi rasa alhamdulillah banyak nan cocok dan nilai juga tetap standar,” tambahnya.

Berbeda dengan upaya bakery nan telah mempunyai gerai fisik, Dapur Bunda Ami hingga sekarang tetap mengandalkan pemasaran secara daring. Konsumen dapat melakukan pemesanan secara online tanpa kudu datang langsung ke letak usaha.

“Online, Kak, lantaran belum ada toko,” ungkapnya.

Dari sisi penjualan, permintaan produk Dapur Bunda Ami belum stabil. Lonjakan pesanan biasanya terjadi pada momentum tertentu, seperti peringatan Maulid Nabi, pernikahan, hingga beragam aktivitas alias acara masyarakat.

“Untuk omzet ya alhamdulillah cukup buat makan,” ungkapnya sembari bercanda.

Menurut Mia, momentum tertentu memang menjadi periode nan cukup ramai bagi usahanya. Pesanan dalam jumlah lebih banyak biasanya datang ketika masyarakat memerlukan kue untuk beragam aktivitas dan aktivitas keluarga.

Bagi anak muda nan tetap ragu untuk memulai usaha, Mia berpesan agar tidak takut mengambil langkah pertama. Kata dia, sebuah upaya tidak kudu dimulai dari sesuatu nan besar.

“Jangan pernah takut untuk mencoba. Dari nan mini dulu nggak apa-apa, lantaran nan besar tumbuh dari nan kecil,” pungkasnya. (fik/zul)

Selengkapnya