KM/MOH. RAZIN |
Chainur Rasyid: Kepala DKPP Sumenep KABAR MADURA | Realisasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) APBD Sumenep di Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep hingga triwulan kedua 2026 tetap sangat rendah.
Dari total anggaran nan direncanakan sebesar Rp3 miliar, realisasi DBHCHT DKPP Sumenep baru mencapai Rp92,7 juta.
Artinya, serapan anggaran tersebut baru sekitar 3,09 persen. Masih terdapat sekitar Rp2,91 miliar anggaran nan belum terealisasi hingga memasuki semester kedua tahun anggaran 2026.
Target realisasi anggaran tersebut di antaranya, support benih, perangkat mesin untuk pertanian, support tunai untuk pekerja pabrik dan petani tembakau.
Kondisi ini membikin realisasi DBHCHT di sektor ketahanan pangan dan pertanian menjadi salah satu nan perlu mendapat perhatian. Sebab, anggaran miliaran rupiah nan telah dialokasikan untuk mendukung program mengenai cukai hasil tembakau sebagian besar tetap belum terserap.
Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid, mengatakan penyelenggaraan program nan berasal dari DBHCHT tetap berjalan. Menurutnya, anggaran tersebut diperuntukkan bagi program nan telah ditetapkan sesuai ketentuan penggunaan DBHCHT.
Namun, proses penyelenggaraan aktivitas memerlukan tahapan dan persyaratan sebelum anggaran dapat direalisasikan.
“Untuk aktivitas DBHCHT tetap kami laksanakan sesuai dengan perencanaan dan ketentuan nan ada,” kata Chainur.
Rendahnya realisasi hingga triwulan kedua menjadi perhatian lantaran waktu penyelenggaraan anggaran 2026 terus berjalan. Dengan pagu Rp3 miliar, DKPP tetap kudu merealisasikan sekitar Rp2,91 miliar pada sisa tahun anggaran.
Chainur memastikan pihaknya bakal mengoptimalkan penyelenggaraan program agar realisasi anggaran dapat meningkat.
“Itu kan triwulan kedua alias per-Juni, progres terus berjalan, hanya bulan ini belum pembaruan laporannya, Insyaallah bakal kami maksimalkan realisasinya,” ujarnya.
Menurutnya, pada akhir September ini laporan triwulan ketiga, maka laporan itu pasti mengalami perubahan nomor tersebut. (ara/waw)

18 jam yang lalu
2









English (US) ·
Indonesian (ID) ·