Balada Kopi dan Buku, Ruang Nongkrong yang Dorong Minat Baca Anak Muda Pamekasan

3 jam yang lalu 2

KABAR MADURA | Balada Kopi dan Buku di Pamekasan tidak hanya menjadi tempat menikmati kopi. Kafe tersebut juga menyediakan ruang membaca, diskusi, serta beragam aktivitas organisasi nan berangkaian dengan literasi.

Barista Balada Kopi dan Buku, Qoqo, mengatakan konsep kafe tersebut berangkat dari minimnya tempat nan memadukan aktivitas ngopi dengan kitab dalam satu ruangan.

Menurutnya, toko kitab di Pamekasan selama ini lebih banyak menyediakan kitab sejarah, kitab Islam, dan kitab anak. Sementara ruang nan menyediakan referensi seperti novel dan cerpen sekaligus menjadi tempat nongkrong tetap jarang ditemukan.

“Di Pamekasan alias mungkin apalagi di Madura belum ada kafe nan satu padu sama kitab di dalam satu ruangan,” ujar Qoqo.

Di Balada, kitab dibedakan berasas fungsinya. Sebagian kitab nan dipajang diperjualbelikan, sementara kitab nan berada di ruang baca dapat dinikmati visitor di tempat dan tidak diperkenankan dibawa pulang.

Tak hanya menyediakan buku, Balada juga menjadi ruang berlangsungnya sejumlah aktivitas literasi. Salah satunya Majelis Buku, nan digelar setiap bulan dan terbuka bagi siapa saja nan mau mengusulkan kitab untuk dibahas.

Ada pula Book Talk Zone nan berjalan rutin setiap minggu. Peserta membawa kitab masing-masing kemudian berbagi cerita dan isi kitab nan telah dibaca kepada peserta lain.

Selain itu, Balada menjadi tempat aktivitas organisasi seperti Poloman Budaya dari Civitas Koteka dan English Club Pamekasan.

Qoqo menyebut visitor Balada berasal dari kalangan remaja hingga dewasa muda, mulai dari siswa SMA, mahasiswa, hingga pekerja freelance. Menurutnya, keberadaan organisasi turut membikin kafe tersebut dikenal di kalangan anak muda.

Menariknya, organisasi juga dimanfaatkan sebagai salah satu langkah untuk mengenalkan aktivitas membaca kepada anak muda nan awalnya hanya datang untuk nongkrong.

“Dari teman-teman mereka nan mungkin enggak suka baca, mereka jadi tertarik untuk membaca,” kata Qoqo.

Ke depan, Balada Kopi dan Buku memosisikan diri sebagai “terminal komunitas”. Tempat tersebut diharapkan menjadi ruang bagi organisasi untuk berkumpul, berdiskusi, dan menggelar aktivitas nan berangkaian dengan literasi.

Bagi Qoqo, lingkungan pertemanan dapat menjadi pemicu tumbuhnya minat membaca, meski kebiasaan tersebut pada akhirnya tetap berjuntai pada kemauan masing-masing individu. (Imamatul Hasanah/waw)

Selengkapnya