BANGKALAN, koranmadura.com – Puluhan massa dari Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Bangkalan (APMB) menggelar tindakan demonstrasi di depan Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan, Rabu, 21 Oktober 2026.
Massa tindakan membawa sejumlah aspirasi nan hendak disampaikan kepada Bupati Bangkalan Lukman Hakim. Namun, Bupati Bangkalan tidak menemui massa aksi.
Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Muh Rosyid, menyampaikan keprihatinan terhadap kondisi pelayanan di sejumlah instansi dinas di lingkungan Pemkab Bangkalan nan dinilai tidak mengalami perubahan dan mengecewakan masyarakat.
“Kerja ASN di lingkungan Pemkab Bangkalan itu apa, apa makan penghasilan buta saja? Di waktu jam kerja, tanpa malu banyak ASN berseliweran di jalan raya dan duduk manis di warung kopi sembari ngobrol ngalor-ngidul. Bupati Bangkalan tidak boleh tutup mata,” katanya menyampaikan aspirasi.
Rosyid juga menegaskan, Bupati Bangkalan dinilai lebih aktif melakukan siaran langsung (live) di TikTok daripada mengevaluasi dan memperhatikan keahlian bawahannya. Akibatnya, banyak dinas nan dinilai pasif dan condong tidak bekerja.
“Kalau live, nan dibahas selalu prasarana jalan, tapi nan lain tidak pernah dibahas serius,” tuturnya.
Menurutnya, salah satu persoalan nan menonjol adalah sektor pendidikan, kemudian perindustrian dan pertanian, terlebih persoalan kekeringan. Berbagai persoalan tersebut dinilai belum selesai ditangani, tetapi Bupati Bangkalan disebut tidak pernah terbuka membahasnya.
“Kami ingatkan, masyarakat tidak hanya butuh perbaikan infrastruktur, itu bakal percuma jika sektor lain tidak jalan dan tidak berkembang,” tegasnya. (MAHMUD/DIK)

4 jam yang lalu
1








English (US) ·
Indonesian (ID) ·