KM/DOK | PASOKAN MENYUSUT: Antrean kendaraan di sejumlah SPBU Pamekasan terjadi di tengah kelangkaan solar dalam beberapa hari terakhir. Kuota solar pada triwulan IV 2026 turun sekitar 1.371 kiloliter menjadi 35.614 kiloliterKABAR MADURA | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan memastikan terus memantau dan berkoordinasi secara intensif dengan PT Pertamina Patra Niaga mengenai terjadinya kelangkaan bahan bakar minyak (BBM), khususnya jenis solar nan sempat memicu antrean panjang di sejumlah SPBU dalam beberapa hari terakhir.
Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Pamekasan, Taufikurrahman, menjelaskan bahwa kelangkaan BBM bersubsidi tersebut dapat berasal dari dua perihal utama, ialah aspek pasokan dari pusat alias adanya peningkatan serta pemanfaatan pengedaran di tingkat lokal.
“Kami sudah berupaya untuk melakukan lobi-lobi sejak bulan Juni kemarin untuk menambah pasokan, baik itu untuk pertalite maupun solar, dan sempat ada respons positif dari Pertamina berupa penambahan kuota,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (28/10/2026).
Sementara itu, Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Setkab Pamekasan, Sri Puji Harijani, merinci info kuota BBM untuk Kabupaten Pamekasan.
Dia mengatakan bahwa pada triwulan keempat di 2026, kuota pertalite tercatat mengalami penambahan menjadi 75.549 kiloliter (kl). Namun sebaliknya, unik untuk kuota BBM jenis solar pada triwulan keempat mengalami penurunan menjadi 35.614 kl, alias turun sekitar 1.371 kl dari alokasi sebelumnya.
“Menghadapi penurunan kuota solar tersebut, kami tidak mempunyai kewenangan penuh dalam perihal alokasi dan penetapan kuota lantaran perihal tersebut merupakan kewenangan penuh pemerintah pusat dan Pertamina,” terangnya.
Dengan demikian, Pemkab Pamekasan melalui Bagian Perekonomian berbareng tim pengendali daya wilayah aktif turun langsung melakukan pengecekan lapangan untuk mengurai antrean dan menelusuri akar persoalan di SPBU. (fit/waw)

1 jam yang lalu
1









English (US) ·
Indonesian (ID) ·