Kendaraan antre solar di SPBU Blumbungan, Rabu (28/10/2026). (LAILIYATUN NURIYAH/KLIK MADURA).
PAMEKASAN || KLIKMADURA – Antrean panjang kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur.
Kondisi tersebut dikeluhkan para pengemudi lantaran kudu menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengisi bahan bakar, sementara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan mengakui adanya penurunan kuota solar dibandingkan Triwulan III 2026.
Berdasarkan pantauan di lapangan, antrean kendaraan di sekitar tujuh SPBU di Pamekasan dilaporkan mengular hingga ke jalan raya. Situasi itu membikin para pengemudi kesulitan menjalankan aktivitas pekerjaan mereka secara normal.
Moh. Hafid (54), pengemudi asal Kecamatan Blumbungan, mengaku kelelahan lantaran kudu mengantre solar selama berjam-jam. Waktu nan semestinya digunakan untuk bekerja mengangkut batu justru tersita demi mendapatkan bahan bakar untuk dump truck miliknya.
“ Saya hari ini antre dari pukul 07.00 WIB sampai pukul 13.00 WIB, tetapi dump truck saya belum terisi. Kadang sudah lama mengantre, tetapi tidak kebagian; jika ditanya capek, ya capek antre seperti ini,” ujarnya, Rabu (28/10/2026).
Hafid berambisi pihak mengenai segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan tersebut. Menurut dia, antrean panjang tidak hanya terjadi di Pamekasan, tetapi juga dilaporkan di sejumlah kabupaten dan kota lain di Pulau Madura.
Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Pamekasan, Sri Puji Harijani, membenarkan adanya antrean panjang solar di sejumlah SPBU. Berdasarkan info nan diterima dari Sales Area Manager (SAM) Pertamina, kondisi tersebut berangkaian dengan penurunan kuota solar dibandingkan Triwulan III 2026.
“Iya, betul untuk antrean itu. Di kabupaten lainnya juga sama, sepertinya memang masalah nasional. Kami sudah mengonfirmasi perihal tersebut, tetapi pihak Pertamina tidak menjelaskan lebih lanjut dan hanya menyampaikan bahwa ada penurunan kuota solar kali ini,” jelasnya.
Puji mengatakan, Pemkab Pamekasan bakal terus berkoordinasi dengan Pertamina untuk mencari solusi atas persoalan tersebut. Koordinasi lanjutan juga diperlukan dengan pihak Pertamina di Surabaya lantaran pasokan BBM ke wilayah berjuntai pada pengiriman dari wilayah tersebut.
Dia meminta masyarakat memberikan waktu kepada pihak mengenai untuk menentukan langkah nan tepat. Pemkab Pamekasan, kata dia, telah menyampaikan laporan mengenai kondisi antrean solar nan terjadi di lapangan.
“Jadi, kami hanya bisa berambisi pada kebijakan di pusat. Untuk jangka pendek, Pemkab Pamekasan memperketat pengawasan terhadap penyalahgunaan penyaluran BBM agar distribusinya tepat sasaran dan tidak terjadi penyelewengan,” tandasnya. (enk/nda)

1 jam yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·