Achsanul Qosasi Buka Suara Soal Kepemimpinan Destry Damayanti dan Target Pertumbuhan Ekonomi 8%

1 jam yang lalu 5
Achsanul Qosasi, Guru Besar Universitas Airlangga (Unair) Surabaya dan Tokoh Nasional asal Madura. (Ist/Kabar Madura)

KABAR MADURA | Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (FEB UNAIR), Achsanul Qosasi, menyoroti penetapan Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2026–2031.

Menurut Achsanul Qosasi, arah kebijakan nan dibawa ketua baru bank sentral tersebut sukses menyentuh beragam persoalan mendasar nan selama ini kurang tersentuh.

Penegasan tersebut sebagai respons setelah DPR RI resmi menyetujui Destry Damayanti sebagai Gubernur BI dalam Rapat Paripurna nan dipimpin Ketua DPR RI Puan Maharani, Selasa (1/9/2026).

Selain Destry, DPR menetapkan Aida S. Budiman sebagai Deputi Gubernur Senior dan Solikin M. Juhro sebagai Deputi Gubernur, setelah ketiganya menjalani uji kepantasan dan kepatutan pada 26–27 Agustus lalu.

Achsanul Qosasi menilai keputusan menetapkan Destry patut dicermati bukan sekadar lantaran posisinya sebagai wanita pertama nan memimpin bank sentral di Indonesia, melainkan lantaran terobosan pandangan ekonomi nan ditawarkannya.

“Menjaga stabilitas saja belum cukup. Bank sentral perlu memperkuat bauran kebijakan agar bisa mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” ujar Achsanul Qosasi, mengutip pendapat utama nan disampaikan Destry saat uji kepantasan pekan lalu.

Lebih lanjut, Presiden Madura United FC ini menggarisbawahi info krusial nan dipaparkan dalam uji kepantasan tersebut, ialah adanya biaya perbankan nan belum tersalurkan mencapai Rp2.548 triliun alias setara 21,8 persen dari total plafon kredit.

Achsanul Qosasi menekankan bahwa penguatan inklusi finansial serta dorongan terhadap penyaluran angsuran mini bakal menjadi game changer (pengubah keadaan) nan krusial untuk menggerakkan sektor riil dan mengawal sasaran pertumbuhan ekonomi nasional hingga mencapai 8 persen. (fit)

Selengkapnya