KM/DEWI FITRIA |
TERKENDALA DATA: Bulog Madura mencatat sebanyak 47 dari total 156.404 penerima support pangan di Pamekasan tidak mendapatkan alokasi beras tahap kedua.KABAR MADURA | Penyaluran Bantuan Pangan (PBP) tahap kedua di Pamekasan tidak dapat terealisasi penuh 100 persen. Sebanyak 47 penerima support pangan (PBP) alias sekitar 0,03 persen dari total pagu 156.404 PBP kandas menerima haknya akibat hambatan info penerima di lapangan.
Pimpinan Cabang Bulog Madura, Abu Bakar, mengungkapkan bahwa puluhan kuota support nan tidak tersalurkan tersebut disebabkan oleh penerima faedah nan telah meninggal bumi alias pindah ke luar Madura, sementara info penggantinya tidak memenuhi kriteria desil nan ditetapkan.
“Sisa mini nan tidak tersalurkan sebesar 0,03 persen di Pamekasan itu terjadi lantaran aspek penerima meninggal bumi alias pindah ke luar daerah. Data penggantinya tidak masuk dalam pengelompokkan desil nan ditentukan, sehingga komoditasnya kudu dikembalikan sesuai petunjuk teknis nan berlaku,” ungkapnya, Senin (19/10/2026).
Meskipun demikian, secara umum penyaluran PBP tahap kedua di Pamekasan, Abu Bakar katakan tetap mencatatkan persentase tinggi sebesar 99,97 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan capaian akumulatif wilayah Madura nan berada di nomor 98,78.
Dia juga sedang mempersiapkan alokasi tahap ketiga untuk periode Oktober, November, dan Desember, dia menyatakan telah bersiap dari sisi pasokan maupun teknis logistik, sembari menunggu penugasan resmi dari Badan Pangan Nasional (Bapanas).
“Sebagai eksekutor, kami konsentrasi menyiapkan kesiapan komoditas beras di gudang. Begitu surat penugasan resmi dari pusat turun, penyaluran tahap ketiga siap langsung kami jalankan dengan alokasi tetap 10 kilogram beras per bulan untuk tiap PBP,” jelasnya.
Selain itu, Abu bakar menyinggung nan mana di tengah tren kenaikan nilai beras dan cuaca ekstrem, dia menghimbau kepada masyarakat nan telah menerima support memanfaatkan beras tersebut secara bijak untuk konsumsi harian family dan tidak menjualnya kembali.
“Kami mengimbau kepada seluruh penerima support pangan agar support beras ini betul-betul dimanfaatkan untuk kebutuhan konsumsi family sehari-hari demi menjaga ketahanan pangan rumah tangga, dan tidak dijual kembali,” tutupnya. (fit/waw)

1 jam yang lalu
2









English (US) ·
Indonesian (ID) ·