KABAR MADURA | Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Pamekasan menggelar Lomba Olahraga Tradisional tingkat SMP/MTs dan SMA/SMK/MA sederajat se-Kabupaten Pamekasan, Selasa (20/10/2026).
Kegiatan nan dipusatkan di Lapangan Nagara Bhakti Mandhapa Agung Ronggosukowati, Jalan Pamong Praja Nomor 1 Pamekasan, tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-495 Kabupaten Pamekasan dengan tema “Pamekasan Bangkit”.
Kepala Disporapar Pamekasan, Akmalul Firdaus, mengatakan bahwa lomba olahraga tradisional merupakan agenda tahunan pemerintah wilayah untuk membina olahraga sekaligus melestarikan budaya lokal.
“Lomba olahraga tradisional ini tidak hanya menjadi arena kompetisi, tetapi juga sarana untuk mengenalkan dan melestarikan warisan budaya wilayah kepada generasi muda,” ujarnya.
Dia menjelaskan, aktivitas tersebut tetap dilaksanakan di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Menurut dia, pembinaan olahraga tradisional tetap krusial untuk mendukung pembangunan sumber daya manusia nan unggul dan berkarakter.
“Kami berkomitmen mempertahankan aktivitas ini lantaran sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Pamekasan, khususnya dalam mewujudkan sumber daya manusia nan unggul, berkarakter, dan mempunyai kecintaan terhadap budaya daerah,” ungkapnya.
Tahun ini, lomba mempertandingkan tiga jenis olahraga tradisional, ialah rap-kerraphen sapeh, terompah panjang, dan egrang. Total peserta mencapai 230 orang, dengan rincian 50 peserta enggrang, 132 peserta terompah panjang, dan 48 peserta rap-kerraphen sapeh.
Pelaksanaan aktivitas juga didukung oleh 36 official alias pendamping serta 30 panitia dan juri. Panitia menyiapkan total bingkisan sebesar Rp12,5 juta bagi para peserta.
Akmalul menyebutkan, jumlah jenis perlombaan dan peserta tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan pembinaan olahraga tradisional di kalangan pelajar.
“Kami berambisi melalui aktivitas ini, para pelajar semakin mengenal olahraga tradisional, menjunjung tinggi sportivitas, serta ikut menjaga keberlangsungan budaya lokal agar tetap dikenal oleh generasi berikutnya,” tambahnya.
Selain menjadi arena kompetisi, aktivitas tersebut diharapkan dapat mempererat kebersamaan antarpelajar sekaligus menumbuhkan semangat berkompetisi secara sehat.
Adapun Penyelenggaraan lomba merujuk pada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 46 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Keolahragaan. Adapun anggaran aktivitas berasal dari APBD Pamekasan tahun anggaran 2026.
Melalui aktivitas tersebut, Disporapar Pamekasan berambisi olahraga tradisional terus berkembang dan menjadi bagian dari identitas budaya daerah, sekaligus mendukung semangat “Pamekasan Bangkit” dalam peringatan Hari Jadi ke-495 Kabupaten Pamekasan. (fit/rul)

1 jam yang lalu
1








English (US) ·
Indonesian (ID) ·