KABAR MADURA | Lagu wilayah Madura tidak sekadar menjadi warisan seni dan budaya, tetapi juga merekam kehidupan masyarakat Pulau Garam. Sejumlah lagu tradisional, seperti Pajjer Lagguh dan Tanduk Majeng, mengandung nilai filosofi nan erat kaitannya dengan aktivitas, perjuangan, dan kehidupan sehari-hari masyarakat Madura.
Melalui lirik dan iramanya, lagu-lagu tersebut menyimpan cerita tentang kehidupan masyarakat nan diwariskan secara turun-temurun. Namun, di tengah pesatnya perkembangan musik modern dan bermunculannya lagu-lagu baru, keberadaan lagu wilayah Madura mulai kurang dikenal, terutama di kalangan generasi muda.
Ketua Dewan Kesenian Pamekasan (DKP), Arief Wibisono, mengatakan, lagu-lagu tradisional Madura mempunyai makna mendalam lantaran menggambarkan karakter, aktivitas, serta nilai-nilai budaya masyarakat setempat.
Lagu Pajjer Lagguh, misalnya, menggambarkan semangat kerja keras masyarakat petani Madura. Sementara itu, Tanduk Majeng merepresentasikan kehidupan nelayan nan menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian masyarakat pesisir. Kedua lagu tersebut menunjukkan gimana aktivitas masyarakat diolah menjadi ekspresi seni nan diwariskan dari generasi ke generasi.
Pria nan berkawan disapa Ayek itu menilai, lagu-lagu wilayah Madura perlu kembali dikenalkan kepada anak-anak sejak usia dini. Terlebih, perkembangan teknologi membikin lagu-lagu baru semakin mudah diakses, sehingga lagu tradisional berpotensi semakin tersisih dari keseharian anak-anak dan pelajar.
“Banyak lagu-lagu wilayah nan tidak diketahui secara utuh oleh generasi-generasi sekarang. Ini menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi kita semua,” ujarnya, Selasa (20/10/2026).
Menurut Ayek, pengenalan lagu wilayah sejak usia awal krusial agar generasi penerus tidak kehilangan kedekatan dengan kebudayaannya sendiri. Melalui lagu, anak-anak tidak hanya dapat mengenal kekayaan seni tradisional, tetapi juga memahami gambaran kehidupan masyarakat serta nilai-nilai nan terkandung di dalamnya.
Penggagas Rumah Budaya itu menegaskan, pelestarian lagu wilayah dapat dilakukan melalui lingkungan keluarga, sekolah, maupun aktivitas kesenian dan kebudayaan. Melibatkan anak-anak untuk mendengarkan dan menyanyikan lagu wilayah menjadi salah satu upaya menjaga agar warisan musik tradisional Madura tetap dikenal dan diwariskan lintas generasi.
“Lagu-lagu wilayah nan sudah jarang kita kenal saat ini itu adalah eksistensi kita sebagai masyakat Madura. Itu nan perlu kita jaga dan rawat,” tukasnya. (nur/zul)

45 menit yang lalu
1








English (US) ·
Indonesian (ID) ·