Distribusi BBM Terlambat, Pemkab Bangkalan Surati Pertamina

35 menit yang lalu 1
BBM(KM/AINOR ROFIK) ANTREAN BBM: Warga mengantre untuk membeli BBM bersubsidi di salah satu SPBU di Bangkalan di tengah keterlambatan pengedaran pasokan.

F-SPBU

KM/Fik

Antrean BBM: Tampak penduduk mengantre saat hendak membeli bahan bakar minyak bersubsidi.

KABAR MADURA | Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bangkalan mulai menjadi sorotan. Antrean kendaraan nan mengular hingga kekosongan stok di sejumlah SPBU memunculkan pertanyaan mengenai kelancaran pengedaran BBM di wilayah tersebut.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskop Umdag) Bangkalan, Moh Rasuli, mengakui bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan langsung ke lapangan untuk menelusuri penyebab kelangkaan tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, persoalan nan ditemukan berangkaian dengan keterlambatan kehadiran pasokan, bukan semata-mata keterbatasan kuota BBM.

“Sudah kami cek ke lapangan. Volume jatah hariannya normal, hanya kedatangannya agak terlambat,” ujarnya, Selasa (20/10/2026).

Rasuli menjelaskan, keterlambatan pasokan ditemukan di salah satu SPBU di Keleyan, Kecamatan Socah. Berdasarkan hasil penelusuran, pasokan BBM di SPBU itu disebut baru tiba pada siang hari. Kondisi itu diduga menjadi salah satu pemicu antrean panjang dan kekosongan stok di sejumlah lokasi.

Menindaklanjuti persoalan tersebut, Diskop Umdag Bangkalan telah melayangkan surat kepada PT Pertamina Patra Niaga wilayah Surabaya untuk meminta penjelasan mengenai keterlambatan pengedaran BBM. Namun, hingga Selasa (20/10/2026), surat nan dikirim sehari sebelumnya itu belum mendapat respons.

“Kami sudah mengirim surat ke Pertamina Patra Niaga Surabaya untuk meminta penjelasan tentang kelangkaan itu. Sampai sekarang belum ada jawaban,” ungkapnya.

Di tengah keluhan masyarakat mengenai SPBU nan kerap kehabisan stok, muncul pula pertanyaan mengenai keberadaan BBM nan tetap dijual oleh pengecer. Kondisi tersebut memunculkan sorotan terhadap pola pengedaran dan pengawasan penyaluran BBM di tingkat lapangan.

Menanggapi perihal itu, Rasuli menegaskan, pengawasan terhadap operasional SPBU menjadi salah satu aspek nan perlu diperhatikan. Dia menyebut, pihaknya telah memberikan imbauan agar SPBU tidak melayani pembelian BBM menggunakan jeriken.

“Sudah ada imbauan, sebenarnya. Dilarang melayani pembelian menggunakan jeriken,” pungkasnya. (fik/zul)

Iklan Madura United

Selengkapnya
google.com, pub-8604827097413925, DIRECT, f08c47fec0942fa0