KM/IST |
MASIH MENUNGGU: Kondisi salah satu rumah penduduk di Kabupaten Sumenep. Sebanyak 1.152 unit rumah mendapat kuota BSPS 2026, namun hingga mendekati akhir triwulan ketiga seluruhnya tetap dalam tahapan persiapan dan administrasi.KABAR MADURA | Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Sumenep tahun 2026 memasuki penghujung triwulan ketiga, namun realisasi support tersebut belum menunjukkan progres bentuk di lapangan.
Dari total 1.152 unit rumah nan mendapatkan kuota BSPS tahun ini, seluruhnya tetap berada pada tahapan persiapan dan proses administrasi. Kondisi tersebut membikin realisasi pembangunan rumah penerima support belum berjalan.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Perhubungan (Disperkimhub) Sumenep Dadang Deddy Iskandar membenarkan kondisi tersebut.
Menurutnya, kuota BSPS Sumenep tahun ini terbagi dalam beberapa tahap pelaksanaan. Untuk tahap 1 hingga 5 sebanyak 570 unit, prosesnya tetap dalam tahapan penyelenggaraan program. Yakni tetap tahap menentukan toko.
Sementara tahap 7 dan 8 sebanyak 82 unit saat ini juga tetap berada pada proses pemilihan toko.
“Yang tahap 7 dan 8 sebanyak 82 unit, sekarang tetap pemilihan toko,” kata Dadang.
Sedangkan kuota terbesar berada pada tahap 12 sebanyak 500 unit. Untuk golongan ini, prosesnya apalagi tetap berada pada tahap verifikasi calon penerima bantuan.
“Kalau nan 500 unit tetap verifikasi penerima,” ujarnya.
Dengan demikian, hingga mendekati akhir triwulan ketiga, belum ada pembangunan rumah penerima BSPS nan dapat disebut telah terealisasi secara bentuk dari total kuota 1.152 unit tersebut.
Menurutnya, program BSPS sendiri merupakan support pemerintah untuk meningkatkan kualitas rumah tidak layak huni melalui perbaikan alias pembangunan secara swadaya oleh masyarakat penerima.
“Belum ada nan realisasi, sampai saat ini,” pungkasnya. (ara/waw)

8 jam yang lalu
5









English (US) ·
Indonesian (ID) ·