Warga Sampang Kurangi Biaya Peringatan Maulid Nabi demi Perbaiki Jalan Rusak

57 menit yang lalu 1

KABAR MADURA | Warga Dusun Karongan, Desa Tanggumong, Kabupaten Sampang, memilih mengurangi biaya peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW untuk membantu perbaikan jalan rusak secara swadaya. Langkah tersebut dilakukan setelah anggaran desa belum bisa menuntaskan seluruh kerusakan jalan nan terjadi secara berjenjang sejak beberapa tahun terakhir.

Penjabat (Pj.) Kepala Desa Tanggumong, M. Quraisy Asid, mengatakan penduduk secara sukarela mengurangi jumlah undangan dalam seremoni Maulid Nabi. Sebagian biaya nan biasanya digunakan untuk menjamu tamu kemudian dialihkan untuk membantu perbaikan jalan.

“Yang biasanya mengundang 200 orang sekarang mengundang 100, nan biasanya mengundang 100 orang sekarang mengundang 70, sisanya untuk jalan ini,” katanya, Selasa (8/9/2026).

Menurut Quraisy, swadaya masyarakat diperlukan lantaran keterbatasan anggaran Dana Desa, termasuk adanya pemangkasan dan efisiensi anggaran. Sementara masyarakat berambisi kerusakan jalan nan mengganggu akses mereka dapat segera ditangani.

Kerusakan jalan di Dusun Karongan disebut mulai terlihat setelah pandemi Covid-19, sekitar 2021. Kondisinya semakin meluas lantaran kerusakan terjadi secara berjenjang di sejumlah titik.

“Terjadinya tidak sekaligus, tapi bertahap. Dulu rusaknya hanya separuh meter, dua meter dan jaraknya 30 sampai 50 meter,” ujarnya.

Pemerintah desa sebelumnya telah mengalokasikan sekitar Rp200 juta dari Dana Desa untuk pengecoran jalan sepanjang kurang lebih 200 meter. Secara keseluruhan, jalan di Dusun Karongan nan telah ditangani mencapai sekitar 340 meter.

“Untuk pengecoran ini menggunakan Dana Desa, hanya Rp200 juta dapat sekitar 200 meter. Total nan sudah dikerjakan di Dusun Karongan ini 340 meter,” jelasnya.

Keterbatasan anggaran membikin pemerintah desa kemudian melibatkan masyarakat untuk melanjutkan perbaikan secara swadaya. Selain membantu pendanaan, penduduk setempat terlibat langsung sebagai tenaga dalam pengerjaan jalan.

Sementara untuk material pengecoran, pemerintah desa memilih melakukan pembelian agar kualitas bangunan tetap terjaga.

“Untuk nan mengerjakan kita pakai tenaga masyarakat, untuk corannya kita beli lantaran kita juga memperhatikan kualitas,” ungkap Quraisy.

Pengerjaan jalan berjalan selama dua hari. Setelah pengecoran selesai, akses tersebut ditutup sekitar tiga hari untuk memberikan waktu pengeringan sebelum kembali digunakan masyarakat.

Quraisy berambisi gotong royong tersebut dapat mempercepat penanganan jalan rusak di Dusun Karongan di tengah keterbatasan keahlian anggaran pemerintah desa. (Aminatus Zahroh/Muhaimin/waw)

Selengkapnya