PORTALMADURA.COM – Pergerakan nilai kebutuhan pokok masyarakat (sembako) di wilayah Madura menunjukkan dinamika nan bervariasi pada pertengahan Oktober 2026. Sejumlah komoditas krusial terpantau stabil, sementara beberapa ramuan dapur khususnya cabe mengalami lonjakan nilai nan cukup signifikan.
Berdasarkan pantauan pasar terbaru pada Kamis (15/10/2026), komoditas cabe rawit menjadi salah satu sorotan utama setelah harganya menembus kisaran Rp70.000 per kilogram. Kenaikan nilai ramuan dapur ini turut diikuti oleh komoditas cabe merah keriting nan berada di level Rp50.400 per kilogram serta cabe merah besar nan diperdagangkan seharga Rp40.000 per kilogram.
Kestabilan Harga Beras dan Komoditas Lainnya
Kendati komoditas hortikultura mengalami tekanan kenaikan harga, berita baik datang dari sektor pangan utama lainnya. Harga beras baik kualitas medium maupun premium terpantau stabil tanpa lonjakan berfaedah di pasaran menyusul kesiapan stok nan tetap mencukupi kebutuhan konsumen di Madura.
Selain beras, nilai komoditas protein hewani seperti telur ayam ras juga berada pada posisi nan stabil. Begitu pula dengan produk minyak goreng, baik curah maupun kemasan, nan tetap dijual dengan kisaran nilai normal sesuai ketentuan pasar daerah.
Antisipasi Kebutuhan Rumah Tangga
Fluktuasi nilai nan terjadi pada beberapa komoditas ramuan dapur menuntut para pelaku rumah tangga maupun pedagang mini di Madura untuk lebih jeli dalam mengatur anggaran shopping harian.
Pemerintah wilayah berbareng lembaga mengenai terus memantau perkembangan nilai di pasar tradisional guna memastikan pengedaran bahan pangan tetap lancar dan mencegah terjadinya lonjakan nilai nan lebih tinggi di sisa bulan Oktober ini, lapor portalmadura.com.

1 jam yang lalu
1








English (US) ·
Indonesian (ID) ·