Tim Gabungan Menggelar Penertiban Kendaraan Di Wilayah Perbatasan Batuan-Lenteng

1 jam yang lalu 1

SUMENEP, Kompasmadura.com – Tim campuran nan terdiri dari Samsat, Badan Pendapatan Daerah Jawa Timur, kepolisian, dan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Perhubungan Kabupaten Sumenep menggelar penertiban kendaraan di wilayah perbatasan Batuan-Lenteng, Selasa, 15 September 2026.

Penertiban dilakukan untuk memastikan kendaraan nan beraksi di jalan memenuhi ketentuan manajemen dan keselamatan, khususnya kendaraan roda empat alias pikulan barang. Pemeriksaan mencakup kelengkapan surat kendaraan, pajak, serta masa bertindak KIR.

Kepala Disperkimhub Kabupaten Sumenep Dadang Dedy Iskandar mengatakan, aktivitas tersebut merupakan corak sinergi antarinstansi untuk memberikan rasa kondusif dan nyaman kepada masyarakat, sekaligus memastikan keselamatan pengguna jalan.

https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-8854256308420925

“Untuk kendaraan roda empat, khususnya pikulan barang, kita memastikan kelengkapan KIR sesuai dengan ketentuan. KIR kudu tetap bertindak dan diurus, lantaran merupakan syarat wajib bagi kendaraan pikulan barang,” ujar Kepala Disperkimhub Sumenep.

Dalam penertiban tersebut petugas tetap menemukan sejumlah pelanggaran, termasuk kendaraan nan belum memperpanjang pajak dan pikulan peralatan nan belum mengurus perpanjangan KIR. Petugas memberikan teguran dan edukasi secara persuasif.

Dadang menegaskan, pendekatan humanis tetap dikedepankan dalam penertiban. Namun, bagi pengendara nan tidak memenuhi ketentuan setelah diberikan peringatan, hukuman bakal diterapkan sesuai patokan dan sistem nan berlaku.

Pihaknya juga menambahkan, pengurusan KIR kendaraan pikulan peralatan tidak dipungut biaya. Karena itu, pemilik kendaraan diminta segera memenuhi kewajibannya untuk memastikan kendaraan laik dan kondusif digunakan di jalan.

“Pengurusan KIR itu cuma-cuma dan wajib. Kami bakal terus bekerja-sama dan bersinergi agar pengguna jalan di Kabupaten Sumenep mendapatkan rasa aman, nyaman, dan selamat,” katanya. (Rie)

Selengkapnya