SKK Migas Tekankan Peran Penting Hulu Migas dan Media demi Menjaga Ketahanan Energi

4 jam yang lalu 3

PORTALMADURA.COM – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menekankan pentingnya pemahaman publik dan peran strategis insan pers terhadap karakter industri hulu migas. Langkah ini dinilai krusial guna menjembatani kesenjangan info serta menjaga keberlangsungan operasi pasokan daya di tanah air.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Divisi Program dan Komunikasi (Prokom) SKK Migas, Heru Setyadi, dalam aktivitas Lokakarya Media Jabanusa nan berjalan di Yogyakarta, Kamis (17/9/2026). Ia mengungkapkan bahwa pemahaman masyarakat terhadap industri minyak dan gas bumi umumnya tetap terbatas pada sektor hilir, seperti stasiun pengisian bahan bakar alias penggunaan gas rumah tangga nan bergesekan langsung dengan konsumen.

Menurut Heru, kondisi tersebut berpotensi memicu ekspektasi publik nan berlebihan lantaran aktivitas hulu migas—yang meliputi aktivitas eksplorasi, pencarian, hingga pengangkatan persediaan dari perut bumi—bekerja di kembali layar dan tidak terlihat langsung oleh masyarakat.

“Kami memandang ada nan over ekspektasi. Pertemuan ini menjadi krusial untuk membicarakan perihal ini, sehingga ada persepsi nan sama,” ujar Heru di hadapan para awak media.

Ia menjelaskan bahwa industri hulu migas mempunyai kompleksitas nan sangat tinggi. Proses eksplorasi dan produksi memerlukan investasi modal nan sangat besar, penggunaan teknologi tinggi, keterlibatan tenaga kerja bersertifikasi khusus, serta kudu berhadapan dengan akibat kegagalan nan banget tinggi.

Selain itu, sifat sumber daya minyak dan gas bumi nan tidak terbarukan menjadikan proses pengelolaannya sangat terbatas dan memerlukan kalkulasi nan matang. Cadangan alam nan dieksploitasi tidak dapat dipulihkan dalam jangka waktu nan singkat.

Mengingat kompleksitas tersebut, keberhasilan operasi hulu migas tidak sekadar ditentukan oleh aspek teknis di lapangan, melainkan juga sangat berjuntai pada kondusivitas lingkungan sosial dan support masyarakat di sekitar wilayah kerja.

“Dukungan media mempermudah komunikasi dengan masyarakat mengenai faedah industri hulu migas. Jika masyarakat tidak mendukung, aktivitas operasi bisa terhenti,” tegas Heru.

Oleh karena itu, SKK Migas mendorong komunikasi dua arah antara pihak industri, media massa, dan masyarakat. Langkah ini diharapkan dapat melahirkan transparansi info nan utuh mengenai faedah ekonomi, penyerapan tenaga kerja lokal, hingga kepedulian terhadap kelestarian lingkungan di sekitar wilayah operasi.

“Kemitraan nan baik antara SKK Migas dan media tidak hanya terletak pada penyampaian informasi, tetapi juga pada terbangunnya pemahaman nan sama dan kepercayaan di antara kedua belah pihak,” pungkasnya.

Navigasi pos

Selengkapnya