SKK Migas–KEI Latih Gugus Bencana Pagerungan Besar Hadapi Kondisi Darurat

1 jam yang lalu 1

Sumenep (MaduraToday) — SKK Migas–Kangean Energy Indonesia (KEI) memperkuat kesiapsiagaan masyarakat di Wilayah Kepulauan melalui training mitigasi kebakaran dan pertolongan pertama kegawatdaruratan di Desa Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken, Sumenep, Jawa Timur, Selasa (29/9/2026).

Pelatihan tersebut diikuti pengurus Gugus Tanggap Bencana Desa Pagerungan Besar dan menjadi aktivitas kedua sejak gugus tersebut dibentuk pada 2025. Kegiatan melibatkan Tim Damkar Satpol PP Sumenep dan tenaga kesehatan KEI.

Ketua Gugus Tanggap Bencana Pagerungan Besar, Ahmad Sunaini, mengatakan training krusial untuk meningkatkan keahlian pengurus dalam menghadapi kondisi darurat.

“Ini training nan kedua. Kami mau pengurus siap menghadapi kebakaran maupun kondisi kegawatdaruratan lainnya, sehingga tidak panik dan bisa mengambil tindakan awal dengan tepat,” kata Ahmad.

Menurutnya, keahlian penanganan awal sangat dibutuhkan masyarakat kepulauan lantaran jarak dengan pusat jasa menjadi salah satu tantangan saat terjadi keadaan darurat.

Camat Sapeken, Hamka, mengapresiasi support SKK Migas–KEI. Ia berambisi aktivitas tersebut dapat dikembangkan di desa-desa lain di Kecamatan Sapeken.

“Gugus tanggap musibah di tingkat desa sangat bermanfaat. Kami berterima kasih kepada SKK Migas–KEI dan para relawan nan telah peduli terhadap kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Manager PGA Kangean Energy Indonesia, Kampoi Naibaho, mengatakan penguatan kapabilitas masyarakat merupakan bagian dari kerjasama nan terus dibangun KEI berbareng masyarakat.

“Yang terpenting bukan hanya training hari ini, tetapi gimana pengetahuan dan keahlian ini terus dipraktikkan dan menjadi bagian dari kesiapsiagaan masyarakat,” kata Kampoi.

Ia berambisi Gugus Tanggap Bencana Pagerungan Besar semakin berdikari dan bisa menjadi penggerak kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi beragam kondisi darurat.

Salah seorang peserta, Mita, mengaku mendapat pengetahuan baru melalui materi dan simulasi nan diberikan. Menurutnya, praktik langsung berbareng petugas Damkar membikin peserta lebih mudah memahami langkah nan kudu dilakukan saat menghadapi kebakaran maupun kondisi kegawatdaruratan.

“Pengetahuan ini bisa kami terapkan di masyarakat, keluarga, maupun tempat kerja,” kata Mita.

Hayat

Hayat adalah wartawan maduratoday.com nan melakukan tugas jurnalistik di Kabupaten Sumenep.

Selengkapnya
google.com, pub-8604827097413925, DIRECT, f08c47fec0942fa0