Razia Blok Hunian Lapas Narkotika Pamekasan, 13 Petugas dan 40 Warga Binaan Jalani Tes Urine

52 menit yang lalu 1

Petugas Lapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan berbareng abdi negara penegak norma saat menggelar razia blok kediaman dan tes urine, Senin (21/9/2026) malam. (ISTIMEWA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Lapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan berbareng sejumlah Aparat Penegak Hukum (APH) menggelar razia blok kediaman dan tes urine, Senin (21/9/2026) malam. Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh petugas dan penduduk bimbingan nan menjalani tes urine dinyatakan negatif narkotika.

Kegiatan nan dimulai pukul 19.00 WIB tersebut dipimpin langsung Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan Kusnan. Razia melibatkan jejeran petugas Lapas, BNNK Sumenep, Polres Pamekasan, Kodim 0826 Pamekasan, serta Satbrimob Polda Jawa Timur.

Razia dilakukan sebagai bagian dari penemuan awal gangguan keamanan dan ketertiban sekaligus memperkuat upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

Penggeledahan dilakukan secara menyeluruh terhadap bilik kediaman penduduk binaan. Petugas juga memeriksa sejumlah titik nan dinilai berpotensi menjadi tempat penyimpanan peralatan terlarang maupun letak nan dapat dimanfaatkan sebagai jalur pelarian.

Dalam aktivitas tersebut, petugas turut mengerahkan anjing pencari K9 milik Lapas Narkotika Pamekasan berjulukan “Ayu” untuk membantu menyisir sejumlah area nan dianggap mencurigakan.

Sinergi dengan APH juga menjadi bagian dari peningkatan kewaspadaan dan penemuan awal terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban. Langkah tersebut sekaligus mendukung penyelenggaraan 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam meningkatkan keamanan dan pengawasan di Lapas dan Rutan.

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sejumlah peralatan nan tidak diperbolehkan berada di dalam blok hunian. Barang tersebut terdiri dari lima botol kaca, empat tali kawat, tujuh pisau modifikasi, delapan korek api, dan enam kartu remi.

Seluruh peralatan hasil penggeledahan kemudian diinventarisasi dan dicatat dalam buletin aktivitas penyelenggaraan kegiatan. Barang-barang tersebut selanjutnya diamankan untuk dilakukan pemusnahan sesuai dengan ketentuan nan berlaku.

Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan Kusnan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak eksternal nan mendukung penyelenggaraan razia dan penemuan awal tersebut.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada BNNK Sumenep, Polres Pamekasan, Kodim 0826 Pamekasan, Satbrimob Polda Jawa Timur, serta seluruh jejeran nan telah bersama-sama mendukung aktivitas razia dan penemuan awal ini. Kolaborasi seperti ini sangat krusial untuk menjaga keamanan dan ketertiban di Lapas. Kami berambisi sinergi dan kerjasama ini dapat terus terjalin dan semakin kuat ke depannya,” ujar Kusnan.

Usai razia, aktivitas dilanjutkan dengan tes urine terhadap petugas dan penduduk binaan. Sebanyak 13 petugas Lapas dan 40 penduduk bimbingan nan dipilih secara random mengikuti pemeriksaan tersebut.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, seluruh peserta dinyatakan negatif (-) pada seluruh parameter nan tertera pada perangkat tes urine.

Dalam sesi press release, Plt. Kepala BNNK Sumenep Wahyu Purnomo, S.H., M.Si., menyampaikan bahwa aktivitas tersebut merupakan corak nyata sinergi antarinstansi dalam mendukung upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika.

“Hasil penggeledahan dan tes urine hari ini menjadi bagian dari upaya berbareng untuk memastikan lingkungan Lapas tetap kondusif dan bersih dari penyalahgunaan narkotika. Hasil tes urine terhadap petugas maupun penduduk bimbingan seluruhnya negatif. Kami mengapresiasi langkah Lapas Narkotika Pamekasan nan terus membangun sinergi dengan BNN dan abdi negara penegak norma dalam mendukung program P4GN,” ungkap Wahyu Purnomo.

Sementara itu, KBO Satresnarkoba Polres Pamekasan Slamet Wahyudi, S.H., mengimbau seluruh penduduk bimbingan menjadikan masa pidana sebagai momentum untuk memperbaiki diri dan meninggalkan segala corak penyalahgunaan narkotika.

“Kami mengimbau kepada seluruh penduduk bimbingan untuk menjauhi narkoba dan tidak lagi terlibat dalam penyalahgunaan maupun peredaran narkotika. Jalani masa pidana dengan baik, ikuti seluruh program pembinaan nan diberikan oleh Lapas, dan manfaatkan kesempatan tersebut untuk mempersiapkan diri kembali ke tengah-tengah masyarakat,” tegas Slamet Wahyudi.

Selama penyelenggaraan razia, seluruh rangkaian aktivitas berjalan aman, tertib, dan lancar. Warga bimbingan juga menunjukkan sikap kooperatif serta mendukung penyelenggaraan penggeledahan.

Lapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan berkomitmen meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah preventif secara berkelanjutan. Razia dan tes urine diharapkan dapat dilaksanakan secara berkala sebagai bagian dari penemuan awal gangguan keamanan dan ketertiban sekaligus memperkuat penyelenggaraan P4GN di lingkungan Lapas.

Melalui sinergi dan kerjasama berkepanjangan berbareng APH dan lembaga terkait, Lapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan terus berupaya mewujudkan lingkungan pemasyarakatan nan aman, tertib, dan bersih dari narkoba. (nda)

Selengkapnya