PWI se-Madura Perkuat Kolaborasi Jurnalistik, Dorong Isu Daerah Jadi Perhatian Nasional

57 menit yang lalu 2

KABAR MADURA | Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) se-Madura didorong memperkuat kerjasama jurnalistik lintas kabupaten agar beragam persoalan wilayah tidak hanya menjadi perhatian masyarakat setempat, tetapi juga bisa berkembang menjadi rumor nasional.

Kolaborasi tersebut dinilai krusial untuk menghasilkan karya jurnalistik nan lebih mendalam, mempertajam isu-isu strategis, serta memperluas perhatian publik terhadap persoalan nan dihadapi masyarakat Madura.

Ketua PWI Pamekasan, Hairul Anam, mengatakan kerja sama antarpengurus dan personil PWI di empat kabupaten perlu dibangun secara berkepanjangan melalui forum obrolan rutin.

Menurutnya, pertemuan tersebut dapat menjadi ruang bagi wartawan untuk berganti informasi, membahas perkembangan isu, serta merumuskan perspektif pandang pemberitaan nan lebih komprehensif.

“Ini adalah wadah untuk mengasah gimana isu-isu di Madura itu bisa menjadi perhatian publik, tidak hanya di Madura, jika bisa di luar Madura menjadi rumor nasional,” tegasnya.

Hal tersebut disampaikan Anam dalam konsolidasi PWI se-Madura berjudul “PWI se-Madura Bersatu, Profesi Wartawan Makin Bermutu” di Azana Style Hotel Madura, Kamis (22/10/2026).

Pertemuan menjelang Konferensi PWI Jawa Timur itu melibatkan pengurus PWI dari Pamekasan, Sumenep, Sampang, dan Bangkalan.

Anam menilai, konsolidasi organisasi pekerjaan wartawan tidak semestinya berakhir pada aktivitas seremonial. Diperlukan tindak lanjut berupa pertemuan berkala nan membahas persoalan aktual di masing-masing daerah.

Karena itu, dia mengusulkan agar forum PWI se-Madura dapat dilaksanakan setiap bulan, dua bulan, alias tiga bulan sekali dengan letak bergantian di empat kabupaten.

“Setidaknya bukan hanya sekarang ada pertemuan, bisa kita agendakan pertemuan bulanan. Kalau dirasa cepat, bisa per dua bulan alias per tiga bulan. Per tiga bulan kita bisa bergantian, jika sekarang di Pamekasan, peretemuan berikutnya bisa berganti di Sumenep, alias apalagi bisa berganti di Sampang, dan di Bangkalan,” ujarnya.

Menurut Anam, forum tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengidentifikasi persoalan nan mempunyai keterkaitan antarkabupaten, sehingga pembahasannya tidak terbatas pada perspektif pandang satu wilayah.

Hasil obrolan diharapkan dapat menjadi bahan pengembangan reportase mendalam nan tidak hanya menyajikan peristiwa, tetapi juga mengungkap akar persoalan dan dampaknya bagi masyarakat.

Selain memperkuat komunikasi, Anam menekankan pentingnya karya jurnalistik sebagai corak kontribusi nyata wartawan dalam menjalankan profesinya.

Dia menilai, kedudukan dalam organisasi pekerjaan kudu diimbangi dengan upaya meningkatkan kualitas pemberitaan dan menghasilkan karya nan berfaedah bagi publik.

Melalui kerjasama lintas kabupaten, wartawan di Madura diharapkan bisa memperluas jangkauan pemberitaan sekaligus menghadirkan perspektif nan lebih beragam terhadap beragam persoalan daerah.

Dengan demikian, konsolidasi PWI se-Madura diharapkan menjadi awal terbentuknya forum komunikasi dan kerja sama jurnalistik nan berkelanjutan, sehingga isu-isu krusial di Madura dapat memperoleh perhatian lebih luas hingga tingkat nasional. (ina/waw)

Selengkapnya
google.com, pub-8604827097413925, DIRECT, f08c47fec0942fa0