Sekretaris Satgas MBG Sampang, Sudarmanto. (ALI MUCHTAR / KLIKMADURA)
SAMPANG || KLIKMADURA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sampang terus diperluas. Hingga kini, program tersebut disebut telah menjangkau sekitar 200 ribu penerima di wilayah daratan, termasuk sekitar 2.000 balita.
Namun, cakupan program tersebut belum sepenuhnya merata. Pulau Mandangin tetap menjadi satu-satunya wilayah di Kabupaten Sampang nan belum tersentuh pengedaran MBG.
Sekretaris Satgas MBG Sampang, Sudarmanto, membenarkan kondisi tersebut saat dikonfirmasi Klik Madura, Rabu (25/8/2026).
“Hingga saat ini nan belum tersentuh MBG hanya Pulau Mandangin,” kata Sudarmanto.
Menurutnya, belum masuknya program MBG ke Pulau Mandangin bukan lantaran tidak menjadi sasaran program. Kendala utamanya berangkaian dengan kondisi geografis serta teknis pengiriman logistik ke wilayah kepulauan tersebut.
Penyedia alias vendor MBG tetap melakukan kalkulasi untuk menentukan pola pengedaran nan memungkinkan. Sebab, pengiriman makanan ke Mandangin memerlukan persiapan lebih dibandingkan wilayah daratan.
“Vendornya tetap takut lantaran aspek lokasi,” ujarnya.
Kondisi geografis Pulau Mandangin membikin penyelenggaraan MBG tidak cukup hanya menyiapkan makanan. Penyedia juga kudu memastikan kesiapan sarana transportasi laut, air, serta beragam kebutuhan pendukung lainnya.
“Kapal, air, dan kebutuhan lain dikirim dari kota,” kata Sudarmanto.
Persoalan air menjadi salah satu hambatan nan cukup krusial. Air nan tersedia di Pulau Mandangin disebut mempunyai rasa asin sehingga tidak dapat digunakan untuk pengolahan makanan.
“Air di Mandangin asin dan tidak layak untuk pengolahan makanan,” ujarnya.
Karena itu, pemerintah berbareng penyedia MBG tetap menghitung kebutuhan teknis sebelum program tersebut betul-betul diterapkan di Pulau Mandangin. Kelayakan sarana pendukung menjadi krusial agar makanan nan disalurkan tetap memenuhi standar keamanan dan kesehatan.
“Semua kudu betul-betul layak dan kondusif dikonsumsi,” tegas Sudarmanto.
Sementara di wilayah daratan, pengedaran MBG terus melangkah dengan jumlah penerima sekitar 200 ribu orang. Cakupan tersebut menunjukkan program sudah menjangkau sebagian besar wilayah Sampang.
Namun, kondisi di Mandangin menjadi pekerjaan tersendiri bagi pelaksana. Pemerintah tetap perlu mencari pola pengedaran nan tepat agar masyarakat di pulau tersebut tidak tertinggal dari program pemenuhan gizi nasional.
Kendala transportasi laut dan kesiapan air menjadi dua persoalan utama nan hingga sekarang membikin MBG belum bisa menjangkau Pulau Mandangin. (ali/nda)

1 jam yang lalu
1








English (US) ·
Indonesian (ID) ·