Prof Safi Bawa Visi UTM Berdampak dan Berdaya Saing ASEAN

5 jam yang lalu 1

BANGKALAN, koranmadura.com – Calon Rektor Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Prof. Dr. Safi’, S.H., M.H., menawarkan visi transformasi UTM untuk periode 2026–2030 melalui pendapat Beyond Excellence: Melanjutkan Transformasi, Mengakselerasi Keunggulan.

Gagasan tersebut diarahkan untuk membawa UTM menjadi universitas berstandar internasional nan unggul, berakibat bagi masyarakat, serta mempunyai daya saing di area ASEAN.

Dalam visi dan misinya, Prof. Safi’ menekankan bahwa transformasi bukan berfaedah memutus capaian nan telah dibangun. Program nan sudah melangkah baik bakal dilanjutkan, sedangkan bagian nan belum optimal diperkuat melalui pendekatan baru.

“Beyond Excellence bukan dimaksudkan sebagai perubahan arah nan memutus capaian sebelumnya, tetapi melanjutkan fondasi nan telah dibangun dan mengakselerasi capaian nan tetap perlu diperkuat,” kata Prof. Safi’ saat menyampaikan visi dan misi sebagai calon rektor UTM, pada Selasa 29 September 2026.

Arah tersebut diterjemahkan melalui lima pilar utama, ialah Academic Excellence, Research & Innovation, Global Engagement, Impact to Society, serta Smart & Good Governance.

Pada sektor akademik, Prof. Safi’ menawarkan penguatan mutu pendidikan dan pengalaman belajar agar mahasiswa tidak hanya menguasai ilmu, tetapi juga mempunyai keahlian beradaptasi, berkarakter, serta bisa bersaing.

Sementara pada bagian riset dan inovasi, hasil penelitian didorong tidak berakhir pada publikasi. Gagasan tersebut diarahkan agar hasil riset bergerak menuju solusi, hilirisasi, teknologi, kebijakan, hingga pemberdayaan nan memberikan faedah bagi masyarakat.

“Keunggulan akademik kudu bergerak menuju kemanfaatan. Riset dan penemuan perlu menghasilkan solusi serta memberikan akibat nyata bagi masyarakat dan pembangunan,” demikian konsep nan ditawarkan Prof. Safi’.

Visi tersebut juga menempatkan internasionalisasi sebagai bagian krusial dari transformasi UTM. Kerja sama luar negeri diarahkan untuk menghasilkan mobilitas mahasiswa dan dosen, riset bersama, publikasi, serta jejaring akademik nan produktif.

Bagi Prof. Safi’, daya saing ASEAN bukan sekadar persoalan jumlah kerja sama alias arsip nota kesepahaman. Ukurannya kudu terlihat dari kerjasama nan betul-betul melangkah dan memberikan nilai tambah bagi UTM.

Di sisi lain, UTM juga diarahkan menjadi kampus nan semakin dekat dengan persoalan masyarakat. Riset, inovasi, dan kelebihan akademik diharapkan dapat diterjemahkan menjadi faedah nan dirasakan langsung di luar lingkungan kampus.

Gagasan tersebut menempatkan Madura sebagai ruang strategis pengembangan pengetahuan dan inovasi. Kampus didorong membangun hubungan nan lebih kuat dengan pemerintah, bumi usaha, industri, komunitas, alumni, dan masyarakat.

“Kolaborasi kudu melahirkan program berbareng dan akibat nyata, bukan hanya berakhir pada arsip kerja sama,” tegas pendapat nan dituangkan Prof. Safi’ dalam visi dan misinya.

Pilar terakhir adalah Smart & Good Governance. Tata kelola UTM diarahkan agar lebih profesional, transparan, akuntabel, berbasis info dan digital, sekaligus adaptif terhadap perubahan.

Kelima pilar tersebut dirancang sebagai satu kesatuan. Dengan fondasi tata kelola nan kuat, Prof. Safi’ menargetkan transformasi UTM melangkah berkepanjangan menuju universitas berstandar internasional, unggul, berdampak, dan berkekuatan saing ASEAN.

Perlu diketahui, pada Pemilihan Rektor (Pilrek) UTM periode 2026-2030 ini terdapat lima kandidat. Mereka adalah Prof. Safi’ nan merupakan calon petahana, Prof. Erma Rusdiana, Dr. Weny Findiastuti, Prof. Kukuh Winarso, dan Dr. Abdur Rohman. (MAHMUD/DIK)

Selengkapnya
google.com, pub-8604827097413925, DIRECT, f08c47fec0942fa0