Prajhegghan Fest 2026 Digelar Meriah: Pesona Raya Budaya, Seni, Tradisi dan Karya Anak Negeri Hidupkan Prajekan

3 jam yang lalu 8

Prajhegghan Fest 2026 Digelar Meriah: Pesona Raya Budaya, Seni, Tradisi dan Karya Anak Negeri Hidupkan Prajekan

LIMADETIK.COM, BONDOWOSO – Kecamatan Prajekan disulap menjadi panggung kebudayaan dalam gelaran Prajhegghan Fest 2026 dengan tema “Pesona Raya Budaya, Seni, Tradisi, dan Karya Anak Negeri”. Festival ini bukan sekadar hiburan, melainkan ikhtiar berbareng untuk merawat tradisi, melestarikan seni budaya, dan memberi ruang bagi generasi muda untuk berkarya.

Kecamatan Prajekan memang mempunyai kekayaan budaya luar biasa. Mulai dari kesenian ikonik Ronteg Singo Ulung, seni tari, seni musik, macopat, hingga vokal solo berkata Madura.

Seluruh potensi itu ditampilkan dalam rangkaian pagelaran nan berjalan selama sepekan.

Rangkaian acaranya cukup padat. Di antaranya lomba fashion budaya tingkat PAUD dan SD nan telah digelar, lomba tari kreasi nusantara, lomba vokal solo Madura, penampilan kesenian dari desa jse-Kecamatan Prajekan, seni tari dan ketoprak pada hari Jumat, serta ditutup dengan Prajekan Bersolawat pada malam Minggu.

Sedikitnya 60 peserta ikut dalam beragam perlombaan seni dan kreativitas.

Tak hanya soal seni, Prajhegghan Fest 2026 juga menggerakkan ekonomi lokal. Sebanyak 25 pelaku UMKM se-Kecamatan Prajekan dilibatkan, sehingga pagelaran ini menjadi ruang ekspresi sekaligus membuka kesempatan ekonomi bagi masyarakat desa.

Puncaknya, pada malam puncak juga diberikan Anugerah Kebudayaan kepada para maestro seni dan budaya di Kecamatan Prajekan sebagai corak apresiasi atas dedikasi mereka dalam menjaga dan mewariskan kekayaan budaya kepada generasi penerus.

Apresiasi untuk Pemuda dan Pemerintah

Mewakili Bupati Bondowoso, Plt Asisten II, Hendri Widotono, memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya Prajhegghan Fest. Menurutnya, pagelaran ini menjadi bukti nyata kualitas produktivitas pemuda Bondowoso nan diakui hingga tingkat nasional.

“Melihat kemeriahan malam ini, saya mau memberikan apresiasi nan setinggi-tingginya kepada organisasi Nakkanak Prajegghan, Koordinator Kegiatan, serta Saudara Camat Prajekan nan telah bekerja keras mewujudkan aktivitas ini,” kata Hendri saat sambutan, Senin (26/10/2026) malam.

Adanya support dari Dana Indonesiana dan LPDP menjadi bukti nyata bahwa pendapat dan produktivitas pemuda Kabupaten Bondowoso diakui kualitasnya di tingkat nasional. Ini adalah contoh baik nan menunjukkan bahwa kerjasama anak muda dan pemerintah selalu bisa melahirkan karya nan luar biasa.

Ia menambahkan, semangat kerjasama tersebut sejalan dengan tema festival. Bondowoso adalah rumah bagi beragam kekayaan budaya, salah satunya Ronteg Singo Ulung.

Melalui festival, masyarakat tidak hanya menonton hiburan, tetapi sedang merawat napas budaya lokal agar tetap hidup di tengah arus modernisasi.

Upaya merawat budaya tersebut juga tercermin dalam pemberian Anugerah Kebudayaan Lokal.

“Saya menilai inisiatif ini sangat berharga. Penghargaan ini adalah corak penghormatan dan rasa terima kasih kita kepada para pelaku seni serta tokoh masyarakat nan selama ini tanpa pamrih menjaga warisan leluhur. Mereka adalah pahlawan budaya nan memastikan identitas original wilayah kita tidak lenyap ditelan zaman,” tambahnya.

Hendri berambisi Prajhegghan Fest bisa menjadi agenda rutin nan semakin besar dan bisa menggerakkan ekonomi kerakyatan.

Bentuk Pemajuan Kebudayaan Nyata

Sementara itu, Ketua Tim Kajian Objek Pemajuan Kebudayaan dan Cagar Budaya Bondowoso, Alfareza Firdaus, menilai Prajhegghan Fest adalah penerapan nyata dari Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan.

“Prajhegghan Fest ini adalah contoh konkret gimana Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) itu dihidupkan. Ada manuskrip lisan seperti macopat, ada seni pagelaran Ronteg Singo Ulung dan tari kreasi, ada tradisi lisan vokal Madura, hingga pengetahuan tradisional dan budaya istiadat nan ditampilkan. Ini lengkap,” ungkap Alfareza.

Menurutnya, nan paling krusial dari pagelaran ini adalah adanya ekosistem nan terbangun antara pemerintah, organisasi pemuda Nakkanak Prajegghan, pelaku budaya, dan support pendanaan dari Kementerian Kebudayaan RI melalui Dana Indonesiana dan LPDP.

“Kuncinya adalah keberlanjutan. Ketika budaya diberi panggung, diberi penghargaan seperti Anugerah Kebudayaan ini, dan diberi akibat ekonomi melalui UMKM, maka generasi muda bakal bangga menjadi pelaku budaya, bukan hanya penonton. Prajegan hari ini telah memberi contoh bagi kecamatan lain di Bondowoso,” jelasnya.

Penyelenggara pun menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Kebudayaan RI melalui Dana Indonesiana dan LPDP, Pemerintah Kabupaten Bondowoso, Koramil Prajekan, Polsek Prajekan, serta seluruh sponsor dan pihak nan telah bergotong royong menyukseskan acara.

“Mari kita sukseskan Prajhegghan Fest dengan semangat kebersamaan, mari kita rawat tradisi, dukung karya anak negeri, dan jadikan kebudayaan sebagai kebanggaan,” tutup Alfareza.

Penulis : Budhi

Editor : Wahyu

Follow WA Channel limadetik.com untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari Follow

Selengkapnya
google.com, pub-8604827097413925, DIRECT, f08c47fec0942fa0