Perbaikan Jembatan Suramadu, Arus dari Surabaya ke Madura Tetap Lancar

1 jam yang lalu 2

HUT RI ke-81

KABAR MADURA | Perbaikan bangunan Jembatan Suramadu di KM 2,9 mulai berakibat pada pola pergerakan kendaraan. Meski terjadi penyempitan lajur, arus lampau lintas dari arah Surabaya menuju Madura pada Kamis (27/8/2026) sore terpantau ramai, tetapi tetap lancar dan terkendali.

Satlantas Polres Bangkalan melakukan pemantauan sekitar pukul 15.30 WIB. Anggota Satlantas Polres Bangkalan, Aiptu Agus Suwarno P, mengatakan, kendaraan tetap dapat melintas dengan normal meski ruang mobilitas mengalami penyempitan di sekitar titik pekerjaan.

“Untuk arus lampau lintas nan dari arah Surabaya, ramai, namun tetap lancar terkendali,” ujarnya.

Perbaikan dilakukan pada bagian jembatan nan mengalami kerusakan konstruksi. Selama pekerjaan berlangsung, kepolisian menerapkan skema penyempitan lajur tanpa melakukan penutupan total.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Bangkalan, Ipda Akhmad Jauhari, menjelaskan, kendaraan dari arah Surabaya tetap dapat melintas. Namun, lajur di sekitar titik pekerjaan disederhanakan menjadi satu lajur.

“Skema lampau lintas itu hanya penyempitan, tidak ada penutupan. Jalur itu dijadikan satu lajur saja dari arah Surabaya, tepatnya di KM 2,9,” jelasnya.

Dengan skema tersebut, polisi tidak melakukan pengalihan arus secara besar-besaran. Pengaturan lampau lintas difokuskan agar kendaraan tetap dapat melewati area pekerjaan dengan kondusif dan lancar.

Sementara itu, Jauhari menyebut pekerjaan bangunan dilakukan selama 24 jam. Untuk membantu kelancaran arus lampau lintas di sekitar lokasi, petugas pengatur kendaraan alias flagman dari pihak pelaksana bekerja secara bergantian dalam tiga shift.

“Untuk pengerjaan itu 24 jam. Untuk flagman ada tiga shift, jadi per 8 jam,” ungkapnya.

Menurut Jauhari, pembagian tugas itu memungkinkan petugas kepolisian lebih konsentrasi pada pengaturan dan pengamanan arus kendaraan. Sementara teknis pekerjaan bangunan sepenuhnya menjadi kewenangan pihak pelaksana.

“Jadi kami hanya konsentrasi ke lampau lintasnya saja. Kalau untuk pengerjaan tetap tetap kewenangan dari pelaksana,” imbuhnya.

Terkait akibat pekerjaan terhadap kekuatan dan keamanan jembatan, Jauhari menyebut, dirinya tidak berada pada posisi untuk menilai aspek teknis bangunan maupun kapabilitas tonase jembatan.

Namun, dia memastikan proses teknis pekerjaan dan keahlian jembatan telah menjadi bagian dari kajian pihak nan berkompeten.

“Saya bukan lulusan arsitek ataupun tonase, nggak paham. Tapi nan jelas itu pasti sudah dilaksanakan uji teknis lantaran nan dihadirkan sudah ada ahlinya masing-masing,” terangnya.

Dia juga mengungkapkan bahwa sebelumnya telah dilakukan uji bergerak terhadap Jembatan Suramadu. Dalam pengetesan tersebut, seluruh kendaraan sempat dihentikan untuk memastikan kondisi dan respons struktur jembatan terhadap beban.

“Kemarin sempat uji dinamis, dihentikan seluruh kendaraan. Di situ sudah dilakukan uji dinamis,” tukasnya. (fik/zul)

Selengkapnya