Pantai Matahari Jadi Sasaran, JMSI Sumenep Tanam 1.500 Mangrove

55 menit yang lalu 1

Sumenep, Penamadura.com – Upaya menjaga kelestarian area pesisir terus dilakukan beragam komponen masyarakat di Kabupaten Sumenep. Salah satunya melalui tindakan nyata Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sumenep nan menanam sebanyak 1.500 bibit mangrove di area Pantai Matahari, Desa Lobuk, Kecamatan Bluto.

Kegiatan berjudul “JMSI Peduli Lingkungan: Pers Menjaga Pesisir untuk Masa Depan Sumenep” tersebut digelar di Spot Pancing Pantai Matahari, Jumat (28/8/2026).

Penanaman ribuan mangrove ini menjadi bagian dari komitmen JMSI Sumenep untuk ikut menjaga ekosistem pesisir sekaligus mendorong kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.

Ketua JMSI Sumenep, Supanji, mengatakan penanaman 1.500 bibit mangrove dilakukan secara bertahap. Proses tersebut dimulai sejak sehari sebelumnya hingga Jumat.

Menurutnya, metode berjenjang dipilih lantaran kondisi air laut di area tersebut sigap mengalami surut sehingga waktu penanaman kudu menyesuaikan kondisi pasang surut.

“Penanaman 1.500 bibit mangrove kita lakukan secara berjenjang mulai dari kemarin sampai hari ini. Kenapa dilakukan bertahap? Karena pada tanggal-tanggal ini waktu surutnya air cukup cepat,” ujar Supanji.

Ia menyebutkan, jika seluruh bibit dipaksakan ditanam dalam satu waktu, prosesnya bakal memerlukan waktu cukup lama. Dengan pembagian tahap, proses penanaman dapat melangkah lebih efektif.

Supanji berambisi ribuan mangrove nan ditanam tersebut nantinya bisa memberikan faedah bagi area pesisir Pantai Matahari. Selain membantu menjaga ekosistem, keberadaan mangrove juga diharapkan dapat menjadi salah satu upaya menghadapi ancaman abrasi.

“Ini merupakan langkah mini dari teman-teman JMSI, tetapi besar angan kami semoga memberikan akibat nan besar terhadap lingkungan, utamanya menjaga bibir pantai, menjaga area pesisir dari pengikisan dan lain sebagainya,” katanya.

Kegiatan penanaman mangrove tersebut bukan merupakan tindakan tunggal. Sebelumnya, JMSI Sumenep juga menggelar aktivitas bersih-bersih pantai dengan melibatkan sejumlah pihak.

Kolaborasi dilakukan berbareng Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumenep, golongan sadar wisata (Pokdarwis), pengelola Pantai Matahari, serta Pemerintah Desa Lobuk.

Supanji menegaskan bahwa kepedulian terhadap lingkungan kudu dilakukan secara berkepanjangan dan tidak berakhir pada aktivitas seremonial.

JMSI Sumenep berkomitmen menjadikan aktivitas peduli lingkungan sebagai agenda rutin setiap tahun.

“Sudah menjadi komitmen teman-teman JMSI untuk gimana aktivitas seperti ini kita gelar setiap tahun sebagai corak langkah nyata JMSI untuk peduli terhadap lingkungan, baik lingkungan pesisir maupun area destinasi wisata,” ungkapnya.

Menurutnya, insan pers mempunyai peran strategis dalam membangun kesadaran publik. Tidak hanya melalui pemberitaan, tetapi juga dengan memberikan contoh melalui keterlibatan langsung dalam aktivitas sosial dan lingkungan.

Aksi penanaman mangrove tersebut turut mendapat support beragam pihak, di antaranya Pemerintah Kabupaten Sumenep, DPRD Sumenep, Said Abdullah Institute, Pakoe Original, BPRS Bhakti Sumekar, SKK Migas Jabanusa, HCML, Medco Energi, KEI, Pemerintah Desa Lobuk, pengelola Pantai Matahari Lobuk, DLH Sumenep, RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, DRT The Big Family, Djava, PR Bahagia, serta Haswal Group.

Melalui aktivitas tersebut, JMSI Sumenep berambisi kepedulian terhadap lingkungan semakin tumbuh. Pantai Matahari diharapkan tidak hanya menjadi destinasi wisata, tetapi juga area pesisir nan tetap terjaga kelestarian ekosistemnya. (Red/Emha)

Selengkapnya