Pamekasan Rencanakan Bangun TPS3R di Pesantren, Tabri: Kesehatan Santri Harus Diperhatikan

1 jam yang lalu 2

KABAR MADURA | Pengelolaan sampah di lingkungan pesantren menjadi salah satu prioritas penanganan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan melalui program Local Service Delivery Improvement Project (LSDP). Pamekasan masuk dalam 30 besar kabupaten/kota nan terpilih sebagai letak penyelenggaraan program tersebut.

Anggota Fraksi Demokrat DPRD Pamekasan, Tabri, mengatakan, lingkungan pesantren perlu mendapat perhatian unik dalam pengelolaan sampah. Sebab, pesantren menjadi tempat tinggal banyak santri dengan aktivitas sehari-hari nan menghasilkan sampah dalam jumlah tidak sedikit.

“Setiap manusia itu memproduksi paling sedikit 0,4 ons sampah setiap harinya. Nah, kebetulan pesantren dihuni banyak orang. Bagaimana penanganan sampahnya ini juga bisa dilakukan dengan baik. Karena jika tidak ditangani dengan baik, dampaknya terhadap kesehatan mereka dan lingkungan, termasuk masyarakat sekitar,” jelasnya.

Menurut Tabri, Pemkab Pamekasan telah sepakat menjadikan penanganan sampah di lingkungan pesantren sebagai salah satu prioritas pada tahun pertama penyelenggaraan LSDP. Salah satu langkah nan direncanakan adalah membangun tempat pengolahan sampah reduce, reuse, recycle (TPS3R) di sejumlah pesantren.

“Alhamdulillah, Pamekasan mendapatkan program LSDP tentang penanganan sampah. Kebetulan Pak Bupati juga sepakat bahwa tahun pertama kelak difokuskan untuk penanganan sampah pesantren melalui program TPS3R pesantren,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Sampah, Sarana Prasarana Persampahan dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pamekasan, Buyung Sebastian, mengungkapkan bahwa pemerintah wilayah juga telah merencanakan pembangunan TPS3R di sejumlah pesantren dan desa.

Pembangunan akomodasi pengolahan sampah tersebut diproyeksikan melalui program LSDP pada 2027. Upaya ini diharapkan dapat memperluas sarana pengolahan sampah di tingkat lingkungan sehingga penanganannya tidak hanya berjuntai pada pengangkutan menuju tempat pembuangan akhir (TPA).

Meski demikian, Buyung menyebut, jumlah dan letak pembangunan TPS3R hingga sekarang belum ditetapkan. Sebab, perencanaan program LSDP tetap dalam tahap pembahasan.

“Terkait jumlah dan letak pembangunannya tetap belum, lantaran LSDP ini sekarang tetap belum final, tapi nan pasti pembangunan (TPS3R) di pesantren ada, termasuk di beberapa desa juga,” ungkapnya. (nur/zul)

Selengkapnya
google.com, pub-8604827097413925, DIRECT, f08c47fec0942fa0