Sumenep, (Madura Today) – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mendorong pemerintah memperkuat keamanan digital untuk melindungi info pribadi masyarakat.
Langkah ini dinilai krusial di tengah meningkatnya penggunaan teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari. Perkembangan teknologi kudu diimbangi dengan sistem keamanan nan memadai.
Ketua PWI Sumenep, Faisal Warid, mengatakan, semakin banyak aktivitas masyarakat nan berjuntai pada jasa digital, mulai dari komunikasi, transaksi keuangan, hingga penyimpanan info pribadi.
“Keamanan digital kudu menjadi perhatian bersama. Pemerintah perlu memperkuat perlindungan info masyarakat agar tidak mudah disalahgunakan oleh pihak nan tidak bertanggung jawab,” kata Warid. Rabu (4/11/2026).
Warid menambahkan, ancaman kejahatan digital dapat menyasar siapa saja. Salah satunya melalui penyadapan akun, pencurian identitas, penipuan daring, hingga penyalahgunaan info pribadi.
“Kondisi seperti itu memerlukan perhatian serius dari pemerintah dan penyedia jasa digital,” ucapnya.
Menurutnya, pemerintah juga perlu mengedukasi masyarakat tentang keamanan digital, seperti menjaga keamanan akun, menggunakan kata sandi nan kuat, dan menghindari tautan mencurigakan.
“Jangan sampai masyarakat menjadi korban hanya lantaran kurang memahami akibat di ruang digital. Pemerintah perlu datang melalui edukasi dan langkah pencegahan nan nyata,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat lebih berhati-hati menggunakan aplikasi digital, menjaga kode verifikasi, mengaktifkan fitur keamanan, dan tidak sembarangan membagikan info pribadi.
“Perlindungan keamanan digital bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan kesadaran masyarakat,” pungkasnya.
Hayat
Hayat adalah wartawan Lulusan Terbaik Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Jenjang Muda Lembaga Pers Dr. Soetomo (LPDS) Jakarta Tahun 2026.









English (US) ·
Indonesian (ID) ·