PAD Sumenep 2026 Diprediksi Meleset, Wabup Sebut Realisasi Maksimal 90 Persen

2 jam yang lalu 2
KM/IST | KH Imam Hasyim: Wabup Sumenep

KABAR MADURA | Wakil Bupati Sumenep KH Imam Hasyim mengakui sasaran pendapatan original wilayah (PAD) 2026 susah tercapai 100 persen. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep memperkirakan realisasi pendapatan wilayah itu paling tinggi hanya menyentuh 90 persen. 

Pernyataan tersebut menjadi sorotan di tengah pembahasan Rancangan APBD (RAPBD) Sumenep 2027. Sebab, peningkatan pendapatan wilayah dibutuhkan untuk menopang shopping dan membiayai program pembangunan. 

“Optimis (PAD) capai target. Oh, enggak sampai 100 persen. nan paling banyak adalah 90 persen,” kata Imam Hasyim. 

Berdasarkan info Sistem Informasi Keuangan Daerah (SIKD) Kementerian Keuangan per Jumat (16/10/2026), realisasi PAD Sumenep baru mencapai 76,98 persen alias sekitar Rp273,17 miliar. 

Dengan capaian tersebut, Pemkab Sumenep tetap kudu mengejar sisa sasaran pendapatan dalam waktu nan semakin terbatas. Namun, Imam belum memaparkan secara terperinci langkah konkret nan disiapkan untuk mengoptimalkan penerimaan wilayah hingga akhir tahun. 

Di sisi lain, persoalan fiskal wilayah juga mengemuka dalam kritik tujuh fraksi DPRD Sumenep terhadap RAPBD 2027. Sejumlah catatan diarahkan pada defisit anggaran dan minimnya alokasi shopping modal. 

Menanggapi kritik tersebut, Imam menyebut pemerintah wilayah bakal mengakumulasi seluruh masukan fraksi untuk dibahas berbareng komisi-komisi DPRD Sumenep. 

“Akumulir dan itu bakal kami telaah bersama, penyelesaian kelak di tiap-tiap komisi itu sendiri,” ujarnya. 

Terkait shopping modal, Imam menjelaskan bahwa kebijakan tersebut berangkaian dengan besaran transfer anggaran dari pemerintah pusat ke daerah. Karena itu, keahlian finansial wilayah menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan belanja. 

“Karena di situ kan ada hubungannya dan koneksinya dengan transfer dari pusat itu ke daerah,” katanya. 

Imam juga mengakui realisasi shopping modal pada 2026 belum banyak meningkat dibandingkan periode sebelumnya. Meski demikian, pemerintah wilayah menyatakan terus mengupayakan percepatan realisasi. 

“Ya, tentunya itu memang tidak banyak bertambah daripada nan kemarin. Namun, hari ini kita upayakan,” ujarnya. (ara/waw)

Iklan Madura United

Selengkapnya
google.com, pub-8604827097413925, DIRECT, f08c47fec0942fa0