Operasi Sikat Semeru 2026: Polres Pamekasan Ungkap 9 Kasus, Curanmor Mendominasi

1 jam yang lalu 4

KABAR MADURA | Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pamekasan mengungkap sembilan kasus dalam penyelenggaraan Operasi Sikat Semeru 2026.

Dari jumlah tersebut, delapan kasus merupakan sasaran operasi (TO), sedangkan satu kasus lainnya masuk kategori non-target operasi (non-TO).

“Kita sukses mengungkap sebanyak sembilan kasus, delapan kasus dari Target Operasi (TO) nan sudah kami serahkan ke Polda Jatim, dan satu kasus non-TO,” kata Kanit I Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polres Pamekasan, Ipda Reza Farizal Sjafii, saat memimpin konvensi pers, Jumat (23/10/2026).

Menurut Reza, perkara nan diungkap meliputi pencurian kendaraan bermotor (curanmor), penyalahgunaan senjata tajam, serta pembuatan dan penyalahgunaan bahan peledak.

Reza menjelaskan, peralatan bukti nan diamankan dalam operasi tersebut berupa satu senjata tajam, bahan peledak, dan lima unit sepeda motor.

“Semua peralatan bukti operasi telah disita oleh kepolisian, berupa satu senjata tajam, perangkat peledak, dan lima sepeda motor,” ujarnya.

Dalam penanganan perkara, polisi juga menyita peralatan bukti berupa cetakan foto sepeda motor jenis Honda Vario. Namun, peralatan bukti tersebut telah diserahkan kepada Kejaksaan Negeri lantaran berangkaian dengan perkara lain nan sudah memasuki tahap II.

“Satu peralatan bukti berupa print foto sepeda motor jenis Vario telah diserahkan ke Kejaksaan Negeri lantaran disita dalam perkara lain dan sudah tahap II,” jelasnya.
Reza menyebutkan, enam orang nan diamankan merupakan tersangka dalam kategori sasaran operasi, sedangkan tiga orang lainnya berasal dari perkara non-target operasi.

“Tersangka TO enam orang, tiga sisanya non-TO,” ungkapnya.
Untuk kasus bahan peledak, polisi mengamankan tersangka penyalahgunaan bahan peledak di Kecamatan Palengaan. Sementara itu, tersangka nan diduga membikin bahan peledak diamankan di Kecamatan Pegantenan.

“Tersangka penyalahgunaan bahan peledak diamankan di Palengaan, sedangkan kreator bahan peledak diamankan di Pegantenan,” kata Reza.

Ia menambahkan, tersangka kreator bahan peledak mengaku merakit sendiri bahan tersebut saat menjalani pemeriksaan oleh kepolisian.

“Pembuat bahan peledak mengaku membikin sendiri ketika dilakukan pemeriksaan oleh kepolisian,” tandasnya. (*)

Selengkapnya
google.com, pub-8604827097413925, DIRECT, f08c47fec0942fa0