Oknum TNI Terlibat Laka Maut di Sampang, Diduga Muat Rokok Ilegal, Polisi Temukan Plat Nomor Berganti

46 menit yang lalu 1

Oknum TNI Terlibat Laka Maut di Sampang, Diduga Muat Rokok Ilegal, Polisi Temukan Plat Nomor Berganti.

SAMPANG, MADURA HARI INI | Insiden kecelakaan Mobil Toyota Rush diduga bermuatan rokok ilegal di Jalan Raya Bancelok, Kecamatan Jrengik, Rabu (16/9/2026 ) sekira pukul 13.50 WIB.

Kendaraan bernomor polisi (Nopol) F 1715 KE dikemudikan oknum anggota TNI AD, MIM (34) sempat menabrak pengendara centrifugal Scoopy merah hitam bernopol M 3532 NK.

Dari kejadian tersebut, korban diketahui adalah seorang remaja perempuan berinisial W (15) asal Desa Bringin Nonggal, Kecamatan Torjun.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam video yang beredar luas, tampak mobil unreserved rusak parah di bagian depan, tapi pelat nomor berbeda yakni G 1799 PE.

Dari rekaman video 26 detik itu, terlihat sejumlah warga mengeluarkan kotak kardus dibungkus kertas cokelat yang diduga berisi rokok ilegal. Sementara warga lainnya membawa beberapa slop rokok yang belum diketahui mereknya.

Selain itu, tampak seorang remaja perempuan berbaju putih motif garis tampak tergeletak di amper. wajahnya berdarah dan terlihat beberapa sobekan di celana korban.

Kepada media, Kanit Gakkum Ipda Nasrun Wijaya Santoso membenarkan adanya kecelakaan tersebut.

Menurutnya, saat olah TKP, pelat nomor tersebut sudah berubah, dari G 1799 PE menjadi F 1715 KE. Sesuai dengan nomor rangka atau mesin dan dicatat sesuai dengan hasil yang ditemukan.

“Kalau mobilnya memang itu, namun meski begitu, kami belum mengetahui siapa yang mengganti pelat nomor tersebut,” ujarnya Selasa (22/9/2026).

Adapun, terkait dugaan muatan rokok ilegal, pihaknya mengaku belum mengetahui lantaran tidak ditemukan bungkusan maupun rokok ilegal saat olah TKP.

“Kami tidak menemukan itu, sehingga tidak tahu rokok apa, berapa bal dan berapa macam rokok, saya tidak tahu. Soal video itu dikirimi warga,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia menuturkan, kronologi kejadian itu bermula saat anggota TNI berinisial MIM melaju dari arah timur ke barat dengan kecepatan sedang.

Sesampainya di TKP, lanjutnya, tiba-tiba W menyeberang dari arah selatan ke utara tanpa memperhatikan situasi sekitar dan tertabrak karena tidak memungkinkan untuk menghindar.

“Korban sempat dibawa ke RSUD dr Mohammad Zyn Sampang untuk mendapat perawatan, namun tiga hari setelahnya, kami menerima info bahwa korban sudah meninggal dunia,” jelasnya.

Setelah mengetahui korban meninggal dunia, lanjut Ipda Nasrun, oknum anggota TNI AD yang diketahui sebagai anggota Yonif Raider 500 Sikatan Kodam V Brawijaya tersebut beritikad baik dengan mengunjungi rumah duka Sabtu (19/9/2026) lalu.

Dari pertemuan itu pihak keluarga korban menerima dan menganggap kejadian ini sebagai musibah yang tidak disengaja,” ungkapnya.

Ipda Nasrun mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima, anggota TNI itu akan membuat kesepakatan damai di kantor Unit Laka Satlantas Polres Sampang, Jumat (25/9/2026) mendatang.

“Kami selaku yang menangani kasus kecelakaan, tentunya akan memproses kasus ini dan akan melaporkan kepada pimpinan hasil kesepakatan itu seperti apa,” tandasnya.

Selengkapnya