Nakhodai HAPPI Jatim 2026–2031, Prof. Zainul Hidayah Siap Perkuat Kolaborasi Selamatkan Pesisir

1 jam yang lalu 3

Pengurus Himpunan Ahli Pengelolaan Pesisir Indonesia (HAPPI) Cabang Jawa Timur periode 2026–2031 foto bersamai usai resmi dikukuhkan. (DOK. KLIKMADURA)

SURABAYA || KLIKMADURA – Ancaman kerusakan wilayah pesisir Jawa Timur memerlukan penanganan serius dan kerjasama lintas sektor. Mulai dari pengikisan pantai, degradasi ekosistem mangrove, pencemaran perairan, hingga bentrok pemanfaatan ruang laut menjadi persoalan nan kudu segera diatasi secara terpadu.

Komitmen tersebut mengemuka dalam pelantikan dan pendidikan serta training pengurus Himpunan Ahli Pengelolaan Pesisir Indonesia (HAPPI) Cabang Jawa Timur periode 2026–2031 di Hotel Dafam Pacific Caesar, Surabaya, Selasa (3/11/2026).

Dalam pelantikan tersebut, Prof. Dr. Zainul Hidayah, S.Pi., M.App.Sc., nan merupakan Dekan Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura (UTM), resmi memimpin HAPPI Jawa Timur untuk lima tahun ke depan. Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua HAPPI Nasional, Dr. Muh. Rasman Manafi, S.P., M.Si.

Kepengurusan baru tersebut melibatkan akademisi dari beragam perguruan tinggi, praktisi, serta unsur pemerintah nan mempunyai kompetensi di bagian pengelolaan sumber daya laut, wilayah pesisir, dan pulau-pulau kecil.

Melalui kepengurusan baru ini, HAPPI Jawa Timur diharapkan bisa mengambil peran strategis dalam menjembatani kepentingan pemerintah, kalangan akademisi, praktisi, dan masyarakat.

“Pengelolaan wilayah pesisir tidak bisa dilakukan secara parsial. Dibutuhkan kerjasama lintas sektor nan menghubungkan hasil kajian ilmiah, kebijakan pemerintah, dan kebutuhan masyarakat agar pemanfaatan sumber daya pesisir tetap berkelanjutan,” demikian pesan utama nan diusung dalam penguatan peran HAPPI Jawa Timur.

Persoalan Pesisir Butuh Penanganan Terpadu

Sejumlah narasumber dalam aktivitas tersebut turut mengulas kompleksitas persoalan pengelolaan pesisir Jawa Timur. Prof. Daniel M. Rosyid dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) memaparkan agenda strategis kepesisiran Jawa Timur periode 2026–2031.

Dalam paparannya, dia menyoroti persoalan pengikisan pantai, kerusakan ekosistem mangrove, pencemaran lingkungan, bentrok pemanfaatan ruang laut, hingga kerentanan kehidupan masyarakat nelayan.

HAPPI dinilai mempunyai posisi krusial sebagai penghubung antara hasil penelitian, kebijakan pemerintah, dan kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, Ketua HAPPI Nasional Dr. Muh. Rasman Manafi melalui materi berjudul Bekerja Bersama untuk Pesisir Berkelanjutan menekankan pentingnya pendekatan pengelolaan pesisir secara terpadu.

Menurut materi nan disampaikan, pengembangan sektor perikanan, hilirisasi produk, pemanfaatan ruang laut, konservasi sumber daya, serta pengurangan pencemaran kudu ditempatkan dalam satu kerangka pembangunan nan saling mendukung.

Pengelolaan pesisir juga tidak boleh hanya berorientasi pada peningkatan produksi dan pertumbuhan ekonomi. Aspek kelestarian lingkungan serta kesejahteraan masyarakat kudu menjadi bagian krusial dari setiap kebijakan pembangunan.

Dorong Sinergi Perguruan Tinggi dan Pemerintah

Persoalan kerjasama juga menjadi perhatian Prof. Andi Kurniawan dari Universitas Brawijaya. Dia mengulas pentingnya penguatan kerja sama antara perguruan tinggi dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam pengelolaan wilayah pesisir.

Kolaborasi tersebut diperlukan agar hasil penelitian, penemuan teknologi, dan pengembangan keilmuan dapat dimanfaatkan secara nyata dalam penyusunan kebijakan maupun penyelenggaraan program pembangunan.

Di sisi lain, Prof. Agus Subianto dari Universitas Hang Tuah menyoroti pentingnya transformasi kebijakan tata kelola kelautan, pesisir, dan pulau-pulau kecil. Persoalan koordinasi lintas sektor, fragmentasi kewenangan, serta penguatan kelembagaan menjadi tantangan nan kudu mendapat perhatian.

Dengan support beragam disiplin keilmuan, HAPPI Jawa Timur diharapkan bisa memperkuat kontribusinya melalui penelitian bersama, pengembangan inovasi, peningkatan kapabilitas masyarakat, hingga penyusunan rekomendasi kebijakan berbasis bukti ilmiah.

Perkuat Peran Akademisi dan Komunikasi Publik

Kepengurusan HAPPI Jawa Timur juga diperkuat sejumlah akademisi Universitas Trunojoyo Madura, khususnya dari Program Studi Ilmu Kelautan Fakultas Pertanian serta Program Magister dan Doktor Pengelolaan Sumber Daya Alam (PSDA) Program Pascasarjana UTM.

Keterlibatan akademisi lintas disiplin tersebut diharapkan memperkuat aktivitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Terutama dalam menjawab persoalan lingkungan, ekonomi, sosial, dan kelembagaan masyarakat pesisir.

Tidak hanya berfokus pada aktivitas akademik, HAPPI Jawa Timur juga mendorong penguatan komunikasi publik melalui aktivitas HAPPI Jatim Bersuara.

Gerakan nan diinisiasi Divisi Humas dan Publikasi di bawah koordinasi Dr. Teti Sugiarti, S.P., M.Si., tersebut membujuk seluruh pengurus memanfaatkan jejaring media sosial pribadi maupun lembaga untuk menyebarluaskan info kegiatan, hasil penelitian, serta praktik baik pengelolaan wilayah pesisir.

Mengusung semangat “Satu HAPPI, Banyak Cerita, Suarakan Pesisir Kita!”, aktivitas tersebut diharapkan bisa memperluas jangkauan info sekaligus membangun kepedulian masyarakat terhadap keberlanjutan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil.

Dengan kepengurusan baru periode 2026–2031, HAPPI Jawa Timur diharapkan tidak sekadar menjadi wadah berpadu para ahli, tetapi juga tampil sebagai mitra strategis dalam mendorong tata kelola pesisir nan berkepanjangan di Jawa Timur. (nda)

Selengkapnya
google.com, pub-8604827097413925, DIRECT, f08c47fec0942fa0