BANGKALAN, koranmadura.com – Intensitas musibah kebakaran di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, melonjak tajam sepanjang musim tandus 2026. Hingga pertengahan September ini, sebanyak 51 kasus kebakaran telah membakar beragam lokasi.
Data akumulatif tersebut direkam oleh Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bangkalan terhitung sejak Januari sampai September 2026.
Kepala Bidang Damkar dan Penyelamatan Satpol PP Bangkalan, Mochammad Arief Mahmud menjelaskan bahwa objek kebakaran menyasar area pemukiman hingga lahan terbuka.
“Dari Januari hingga September 2026 terjadi kebakaran sebanyak 51 kali. Rinciannya, 11 bangunan, 38 nonbangunan dan dua kendaraan,” kata Mochammad Arief Mahmud, Senin, 14 September 2026 hari ini.
Dari puluhan kejadian tersebut, kategori kebakaran nonbangunan mendominasi secara signifikan. Amukan si jago merah kebanyakan melanda area lahan semak dan vegetasi nan mengering akibat terik kemarau.
Arief membeberkan, tren kasus kebakaran tahun ini telah melampaui catatan pada rentang periode nan sama di tahun sebelumnya. Tingginya nomor ini menjadi sirine kewaspadaan atas maraknya potensi kebakaran di wilayah Bangkalan.
“Kami berambisi masyarakat tidak membakar sampah maupun lahan kering. Kalau api sudah membesar, bakal susah dipadamkan,” tegasnya. (Mahmud/Fine)

3 jam yang lalu
1








English (US) ·
Indonesian (ID) ·