

KABAR MADURA | Suasana intens menyelimuti jemaah nan datang saat melantunkan bait-bait pujian kepada Rasulullah SAW. Hal itu terasa saat Majelis Shalawat Tangga Seribu menggelar aktivitas rutin tiap Senin malam.
Ya, Majelis Sholawat Tangga Seribu di Pamekasan secara rutin mengadakan aktivitas shalawatan, tahlil, dan pengajian nan berpusat di kediaman pendirinya, Andi Ali Syahbana di Jalan Basar, Kampung Sobih, Kelurahan Bugih, Kecamatan/Kabupaten Pamekasan.
Di tengah momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, ribuan angan dan angan terpancar dari wajah-wajah nan merindukan sosok teladan agung umat manusia.
Pimpinan Majelis Shalawat Tangga Seribu, Andi Ali Syahbana, menyampaikan ketakziman mendalam atas momentum berbobot ini.
Dalam suasana nan penuh keberkahan, dia membujuk seluruh umat untuk merenungi kembali perjalanan hidup dan aliran Sang Nabi.
“Aku menadah tangan, agar semua sendi dan nadi di seluruh tubuhku berambisi mengalir syafaatmu ya Rasulullah,” tutur Andi Ali Syahbana penuh keharuan, Senin malam (24/8/2026).
Bagi Majelis Tangga Seribu, Maulid Nabi bukan sekadar ritual tahunan, melainkan momen spiritual untuk menyegarkan kembali ketaatan dan kecintaan kepada Sang Kekasih Allah.
Setiap bait shalawat nan dilantunkan diharapkan bisa meresap ke dalam sanubari, menghidupkan kecintaan nan tak pernah padam.
Lebih lanjut, Andi Ali Syahbana berambisi peringatan kelahiran Nabi ini dapat membawa transformasi positif bagi kehidupan sehari-hari setiap individu.
“Semoga sinar Rasulullah senantiasa menerangi hati kita, memberikan kebijaksanaan dan kedamaian dalam hidup,” ujarnya.
Melalui hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW ini, pesan kedamaian dan keteladanan Rasulullah diharapkan terus menjadi penuntun langkah masyarakat dalam menghadapi dinamika kehidupan, menanamkan rasa kasih sayang, serta mempererat tali silaturahmi antar-sesama. (fit/rul)


1 jam yang lalu
1








English (US) ·
Indonesian (ID) ·