Lintasan Celukan Bawang–Jangkar Disiapkan Jadi Alternatif Penyeberangan Jawa–Bali

5 hari yang lalu 6

Surabaya, Penamadura.com PT Pelabuhan Indonesia (Persero) alias Pelindo menyatakan kesiapan mendukung pengembangan lintasan penyeberangan Pelabuhan Celukan Bawang, Bali–Pelabuhan Jangkar, Situbondo, Jawa Timur, sebagai jalur pengganti untuk mendistribusikan arus kendaraan dan mengurangi kepadatan di lintasan Ketapang–Gilimanuk, khususnya saat libur panjang dan puncak arus perjalanan.

Komitmen tersebut dibahas dalam rapat koordinasi nan dipimpin Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi berbareng Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Direktur Utama Pelindo Achmad Muchtasyar di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Pengembangan lintasan Celukan Bawang–Jangkar dinilai menjadi salah satu solusi strategis untuk memperkuat konektivitas Jawa dan Bali, sekaligus menciptakan pengedaran arus kendaraan nan lebih merata sehingga tidak hanya bertumpu pada lintasan Ketapang–Gilimanuk.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan pemerintah terus menyiapkan beragam langkah untuk menghadirkan sistem penyeberangan nan lebih andal melalui optimasi pelabuhan alternatif.

“Pengembangan lintasan penyeberangan Celukan Bawang–Jangkar merupakan salah satu upaya untuk mendistribusikan arus kendaraan agar tidak seluruhnya terpusat di Ketapang–Gilimanuk. Dengan adanya pengganti lintasan ini, kami berambisi pelayanan kepada masyarakat semakin baik sekaligus dapat mengurangi kepadatan, terutama pada periode libur panjang,” ujar Dudy.

Ia menambahkan, keberhasilan proyek tersebut memerlukan support seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, operator pelabuhan hingga operator kapal penyeberangan agar implementasinya melangkah optimal.

Direktur Utama Pelindo Achmad Muchtasyar menegaskan pihaknya siap mendukung kebijakan pemerintah dalam mengoptimalkan Pelabuhan Celukan Bawang sebagai pintu penyeberangan pengganti menuju Jawa Timur.

“Pelindo siap mendukung kebijakan pemerintah dalam mengoptimalkan Pelabuhan Celukan Bawang sebagai pengganti penyeberangan menuju Pelabuhan Jangkar. Langkah ini diharapkan dapat memperluas pilihan jasa bagi masyarakat sekaligus membantu mengurangi beban lampau lintas pada lintasan Ketapang–Gilimanuk,” kata Achmad.

Menurutnya, pengembangan lintasan tersebut tidak hanya berakibat pada kelancaran arus kendaraan, tetapi juga bakal memperkuat jaringan logistik dan pengedaran barang, khususnya di wilayah Bali bagian utara dan Jawa Timur.

“Pelindo bakal terus berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Provinsi Bali, serta para pemangku kepentingan mengenai untuk mengidentifikasi dan memastikan kebutuhan kesiapan prasarana maupun operasional pelabuhan,” tambahnya.

Pelindo menilai hadirnya lintasan Celukan Bawang–Jangkar bakal memberikan pilihan baru bagi masyarakat, meningkatkan efisiensi pengedaran logistik, serta mendukung pertumbuhan ekonomi kawasan. Pengembangannya juga bakal dilakukan secara berjenjang dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan pelayaran, kesiapan infrastruktur, dan kualitas pelayanan kepada pengguna jasa. (Red/Emha)

Selengkapnya