Kuota Biosolar di Sumenep Menyusut, Pembelian BBM Kendaraan Diesel Dibatasi

1 jam yang lalu 3

Sumenep, (Madura Today) – Pengurangan kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, membikin pembelian Biosolar kendaraan diesel dibatasi.

Kebijakan ini diterapkan PT Wira Usaha Sumekar (WUS) Sumenep untuk menjaga pemerataan pengedaran di tengah keterbatasan pasokan.

Direktur Utama PT WUS Sumenep, Zainul Ubbadi, mengatakan, kondisi tersebut dipengaruhi berkurangnya kuota nan diterima stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

“Ini bukan lantaran kelalaian pemerintah, melainkan disebabkan naiknya nilai minyak bumi akibat perang,” kata Ibed saat berbincang di RRI Sumenep, Selasa (27/10/2026).

Zainul menjelaskan, anggaran subsidi dalam APBN 2026 ditetapkan sebelum kenaikan nilai minyak dunia. Akibatnya, keahlian pemerintah menyediakan BBM dengan anggaran tersebut ikut berkurang.

“Kami sebagai pengelola sama dengan SPBU nan lain, hanya menerima sesuai dengan jatah nan diberikan,” ujarnya.

Dia menyebut, kuota Biosolar untuk SPBU nan dikelola PT WUS sebelumnya mencapai 8.000 liter per hari selama lima hari dan 16.000 liter per hari selama dua hari. Namun, total kuota nan diterima sekarang berkurang 16.000 liter.

Meski kuota berkurang, Zainul memastikan pengedaran BBM di SPBU nan dikelola PT WUS tetap berjalan. Pengurangan hanya terjadi pada BBM bersubsidi, sedangkan kesiapan BBM nonsubsidi tetap melimpah.

Untuk menjaga pemerataan pasokan Biosolar, PT WUS membatasi pembelian berasas jenis kendaraan. Mobil pikap dan minibus maksimal Rp200 ribu, truk maksimal Rp300 ribu, sedangkan bus besar dibatasi Rp500 ribu hingga Rp700 ribu.

“Kalau awal bulan biasanya lebih banyak stok,” tuturnya.

Zainul memprediksi keterbatasan Biosolar bakal berjalan hingga akhir 2026. Pasokan diperkirakan berkesempatan bertambah pada 2027 seiring berlakunya APBN baru nan memungkinkan penyesuaian anggaran berasas perkembangan nilai minyak dunia.

“Kami minta maaf kepada masyarakat, minta bersabar hingga akhir tahun,” ucapnya.

Hayat

Hayat adalah wartawan Lulusan Terbaik Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Jenjang Muda Lembaga Pers Dr. Soetomo (LPDS) Jakarta Tahun 2026.

Selengkapnya
google.com, pub-8604827097413925, DIRECT, f08c47fec0942fa0