KM/DEWI FITRIA: KUNJUNGAN MENINGKAT: Perpustakaan M. Tabrani Pamekasan mencatat 17.678 kunjungan sepanjang Januari hingga Oktober 2026, meningkat dari 10.429 kunjungan pada periode nan sama tahun sebelumnya.KABAR MADURA | Perpustakaan M. Tabrani di Pamekasan mencatatkan tren positif dari segi kunjungan masyarakat serta peminjaman koleksi kitab sepanjang tahun 2026. Dengan demikian, tingginya aktivitas peminjaman tersebut juga diiringi dengan peningkatan jumlah personil nan terlambat mengembalikan buku.
Hal tersebut disampaikan oleh Pustakawan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Pamekasan Kusairi, nan mana dia mengungkapkan bahwa akumulasi nomor kunjungan pemustaka dari Januari hingga Oktober 2026 telah menyentuh nomor 17.678 orang.
Jumlah tersebut, kata Kusairi mengalami lonjakan signifikan jika dibandingkan dengan periode nan sama pada tahun 2025 sebanyak 10.429 orang,
“Kunjungan tertinggi pada tahun 2026 ini terjadi pada bulan September dengan jumlah 2.535 pengunjung,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Selasa (20/10/2026).
Dia juga menambahkan, selain kunjungan, geliat literasi masyarakat juga terlihat dari statistik peminjaman kitab fisik.
Dengan total peminjaman kitab tercatat sebanyak 4.692 kali pada tahun 2025, dan terus merangkak naik hingga mencapai 5.401 kali peminjaman per Oktober 2026.
Namun di kembali tingginya aktivitas peminjaman tersebut, kedisiplinan personil dalam mengembalikan kitab menjadi catatan tersendiri.
Kusairi membeberkan bahwa jumlah personil nan terlambat mengembalikan kitab tercatat mengalami peningkatan dari 25 orang pada tahun 2025 menjadi 77 orang pada tahun 2026.
“Untuk denda dalam corak duit seperti di kampus, kami tetap belum menerapkan. Sanksi nan diberikan saat ini tetap sebatas hukuman administratif,” tambahnya.
Sebagai langkah antisipasi, dia katakan bahwa pihaknya tetap mengedepankan upaya persuasif melalui pengiriman notifikasi pengingat secara berkala melalui via WA kepada personil nan telah melewati pemisah waktu peminjaman.
“Kami berambisi masyarakat dapat terus memanfaatkan akomodasi perpustakaan dengan baik, tidak hanya untuk membaca alias meminjam buku, tetapi juga sebagai ruang diskusi, mengerjakan tugas, hingga mengenalkan literasi kepada anak-anak sejak dini,” tutupnya. (fit/waw)

1 jam yang lalu
1









English (US) ·
Indonesian (ID) ·