Korban Ungkap Alasan Mudah Tergiur Investasi Seblak Mom Iphi Pamekasan

1 jam yang lalu 1

KABAR MADURA | Rekam jejak upaya nan dinilai baik hingga tawaran untung mencapai 12–13 persen menjadi argumen sejumlah korban tertarik menanamkan modal dalam dugaan investasi bodong berkedok upaya warung seblak Mom Iphi nan dikelola EDS di Pamekasan.

Salah seorang korban nan enggan disebutkan namanya mengungkapkan, kepercayaan terhadap EDS telah terbentuk jauh sebelum tawaran investasi muncul. EDS disebut telah menjalankan sejumlah usaha, mulai dari penjualan softlens, kosmetik, hingga daster.

Menurut korban, beragam upaya tersebut sebelumnya melangkah lancar dan tidak pernah menimbulkan persoalan. Kondisi itulah nan membikin dirinya dan sejumlah orang lainnya tidak meletakkan banyak kecurigaan ketika mendapatkan tawaran untuk berinvestasi.

“Dulu usahanya lancar dan jujur, tidak pernah bermasalah. Bahkan sering mendapat bingkisan reward berupa sepeda motor hingga emas. Karena itu banyak nan percaya, termasuk pengguna lama,” ungkapnya, Kamis (24/9/2026).

Kepercayaan tersebut semakin kuat lantaran EDS disebut menawarkan untung investasi nan cukup tinggi. Menurut korban, persentase untung nan ditawarkan terus meningkat hingga mencapai sekitar 12–13 persen pada 2025.

Kombinasi antara rekam jejak upaya nan dianggap sukses dan tawaran untung tersebut akhirnya membikin sejumlah orang berani menyetorkan uang. Bahkan, berasas penuturan korban, ada pihak nan menyerahkan investasi dalam corak emas.

Korban nan sampai saat ini tetap kerja di Jakarta sebagai penjaga warung Madura tersebut mengaku menyetorkan modal hingga akhirnya mengalami kerugian Rp7 juta. Uang nan diinvestasikan tersebut berasal dari bagi hasil dengan majikan warung Maduranya. Dia sisihkan duit itu setiap bulan dengan angan berputar kembali menjadi laba.

Sementara iparnya juga disebut menanamkan modal Rp10 juta sejak Juli 2026, tetapi belum pernah menerima keuntungan.

Nilai biaya nan ditanamkan masing-masing korban disebut berbeda. Ada nan mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah. Namun, besaran keseluruhan kerugian tersebut tetap berasas keterangan korban dan belum menjadi hasil penghitungan resmi penyidik.

“Kerugian korban berbeda beda, ada nan ratusan juta, ada juga nan puluhan juta, sampai emas nan nilai gramnya tidak main-main, argumen mereka percaya kebanyakan sama dengan saya, lantaran dulu EDS jujur dan semua usahanya berhasil, dan untung nan lumayan besar, namun di tahun ini kami dikecewakan,” tambahnya.

Kepercayaan nan sebelumnya menjadi argumen mereka menanamkan modal akhirnya berubah menjadi kekecewaan setelah investasi nan dijanjikan disebut bermasalah. EDS diduga kabur sehingga membikin sejumlah pihak merasa dirugikan kemudian membawa persoalan tersebut ke ranah hukum.

Kabar Madura berupaya mengonfirmasi ke EDS melalui panggilan telepon di aplikasi WA namun tidak direspon. Beberapa kali dihubungi, nomor WA tersebut sempat tertanda aktif lampau kembali tidak aktif. (fit/waw)

Selengkapnya