KABAR MADURA | Ketua Senat UIN Madura, Achmad Muhlis, menyampaikan apresiasi dan penghargaan nan tinggi kepada Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Madura beserta seluruh tim dan pihak nan telah berkontribusi mengantarkan tiga tim peneliti UIN Madura sukses lolos sekaligus memperoleh pendanaan dalam program prestisius MoRA The AIR Funds (Program Pendanaan Riset Indonesia Bangkit) Tahun 2026. Capaian tersebut mempunyai makna krusial lantaran menjadi pengalaman pertama UIN Madura dalam meraih pendanaan program tersebut, sekaligus memperlihatkan semakin terbukanya ruang kontribusi akademik UIN Madura dalam ekosistem riset nasional.
Menurut Achmad Muhlis, keberhasilan tersebut perlu dipahami sebagai buah dari kerja akademik nan dibangun melalui ketekunan, kolaborasi, integritas ilmiah, dan keberanian menghadirkan pendapat nan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Riset perguruan tinggi mempunyai dimensi epistemologis sekaligus sosial, ialah pengetahuan nan diproduksi di ruang akademik memperoleh makna ketika bisa membaca persoalan secara kritis, menawarkan pemahaman nan lebih mendalam, serta memberi kontribusi terhadap penyelesaian persoalan kemanusiaan dan pembangunan. Karena itu, capaian tiga tim peneliti tersebut diharapkan menjadi daya baru bagi penguatan budaya riset dan tradisi akademik di lingkungan UIN Madura.
Apresiasi nan sama disampaikan kepada Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Madura beserta seluruh tim atas terbitnya Izin Operasional Program Studi Statistika Program Sarjana, berasas Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 1027/B/0/2026 tertanggal 14 September 2026. Kehadiran program studi tersebut menandai ekspansi horizon keilmuan UIN Madura dalam merespons perkembangan pengetahuan pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan masyarakat nan semakin bertumpu pada keahlian membaca serta mengolah info secara kritis dan bertanggung jawab.
Penguatan riset dan pembukaan program studi baru merupakan bagian dari proses institusionalisasi pengetahuan. Perguruan tinggi tidak hidup dalam ruang nan terpisah dari perubahan sosial, melainkan berada di tengah dinamika masyarakat nan terus berkembang. Karena itu, kualitas kelembagaan, mutu akademik, produktivitas penelitian, serta relevansi program pendidikan menjadi fondasi krusial agar UIN Madura bisa menjalankan mandat keilmuannya secara adaptif sekaligus tetap berakar pada nilai-nilai keislaman, kemanusiaan, dan kebangsaan.
Achmad Muhlis menegaskan bahwa setiap capaian kelembagaan seyogianya dipandang sebagai amanah nan kudu diterjemahkan ke dalam faedah nan lebih luas. Prestasi dalam bagian riset dan pengembangan akademik mempunyai nilai nan lebih mendalam ketika bisa memperkuat kualitas pendidikan, memperluas akses terhadap pengetahuan, meningkatkan kapabilitas sivitas akademika, dan menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat. Dengan demikian, keberhasilan tersebut tidak berakhir sebagai pencapaian administratif, tetapi menjadi bagian dari perjalanan membangun ekosistem akademik nan produktif, reflektif, dan berorientasi pada kemaslahatan.
Atas beragam capaian tersebut, Ketua Senat UIN Madura menyampaikan penghargaan kepada seluruh pimpinan, lembaga, tim peneliti, dosen, tenaga kependidikan, serta seluruh pihak nan telah memberikan kontribusi. Ia berambisi momentum ini menjadi injakan untuk memperkuat pendidikan nan berkelanjutan, berkeadilan, dan berintegritas, sekaligus meneguhkan UIN Madura sebagai lembaga pendidikan tinggi Islam nan bisa mempertemukan tradisi keilmuan, inovasi, tanggung jawab sosial, dan kemaslahatan umat dalam menghadapi tantangan masa depan.

47 menit yang lalu
1








English (US) ·
Indonesian (ID) ·